JOGJA – Badai tidak berkesudahan tengah menimpa klub kebanggaan Kota Jogja PSIM Jogja. Setelah kesulitan menggelar laga Derby d’ Jogjakarta kontra PSS Sleman serta kehilangan tampuk pimpinan klasemen Grup 5 usai mundurnya Persenga Nganjuk dari kompetisi, kini Laskar Mataram tengah dihadapkan pada ancaman kalah WO di Blitar.Hal ini menyusul tidak adanya dana di kas PSIM untuk memberangkatkan Topas Pamungkas dkk menghadapi PSBI Blitar dan PSBK Blitar 12 dan 15 Agustus mendatang. Padahal manajemen sudah menaksir kalau biaya yang dikeluarkan untuk lawatan ke Kota Lahar cukup besar, yakni Rp 50 juta.
Direktur Utama (Dirut) PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto mengakui, jadi atau tidaknya PSIM berangkat ke Blitar masih dalam keraguan. Apalagi, saat ini manajemen tengah kesulitan mendapatkan dana.”Ya, jujur saja sampai sekarang belum ada gambaran soal dari mana dana yang akan dipakai untuk biaya operasional ke Blitar,” jelas pria yang juga sekretaris Asprov PSSI DIY tersebut.Celakanya, kata Mbah Putih (MP)- julukan Dwi- saat ini komunikasi manajemen dengan Ketua Umum (Ketum) PSIM Haryadi Suyuti tidak lancar. Sudah cukup lama MP dan jajarannya tidak mengontak HS.
Manajemen sendiri kini bergantung pada kerja Direktur Keuangan PT PIM Iriantolko Cahyo Dumadi. Sayangnya, sampai sekarang belum ada kabar baik dari Iriantoko. “Ya sekarang semua saya serahkan ke Pak Iriantoko. Kebetulan dia yang selama ini menjembatani kepentingan manajemen dengan ketum,” jelasnya.MP menyatakan, dirinya akan menunggu kabar hingga sore ini. Jika ternyata dana tersedia, manajemen siap memberangkatkan armada tim ke Blitar. Namun jika tidak tentunya PSIM tidak akan bertolak ke Blitar.
Jika tidak ke Blitar, PSIM sudah dipastikan bakal mendapat sanksi kalah WO plus pengurangan tiga poin per pertandingan. Dengan demikian seandainya menghadapi PSBK pun PSIM juga tidak berangkat, otomatis PSIM terkena pemotongan nilai enam poin. “Itu berarti total poin kami berkurang dari 12 ke 6. Zona degradasi sudah pasti bakal kami icipi. Jika sampai begini tentu sangat ironis mengingat kami pernah berada di puncak klasemen Grup 5,” ucapnya.Terpisah, Iriantoko mengungkapkan hingga saat ini dirinya masih mengusahakan agar PSIM dapat berangkat ke Blitar. Ia berharap hari ini sudah ada titik terang soal dana operasional ke Blitar.”Jelas ya kalau sampau kalah WO sekali saja PSIM sudah terancam degradasi ke Liga Nusantara, apalagi jika dua kali WO. Karena itu saya terus mengupayakan agar dana keberangkatan ke Blitar tersedia besok (hari ini, Red) atau H-1 sebelum laga lawan PSBI,” paparnya. (nes/din)