SLEMAN – Pergerakan aktivis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau kaum militan negara Islam Irak dan Suriah dinilai muai meresahkan masyarakat Indonesia. Bahkan sampai wilayah terkecil di tingkat pedesaan.Guna mencegah masuknya pengaruh ISIS di wilayah DIJ Kodim 0732 mengoptimalkan fungsi Babinsa yang tersebar di tiap desa. Babinsa tidak hanya dituntut harus mampu mengawasi kemungkinan adanya penyusupan aktivitas ISIS di masyarakat.Petugas TNI yang berhubungan langsung dengan masyarakat itu harus bisa menjelaskan mengenai bahaya laten ISIS kepada warga. Sekaligus mencegah potensi pergerakan organisasi terlarang yang tidak sesuai ideologi Pancasila.
“Intinya, Babinsa harus bisa mengantisipasi agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Khususnya para remaja yang menginjak dewasa,” ungkap Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf Bambang Yudhi K kemarin (10/8).Virus ISIS patut diwaspadai mengingat saat ini isu tentang gerakan bawah tanah organisasi tersebut telah merambah kawasan Jawa Tengah. Kodim bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Sleman memperketat pengawasan di kawasan perbatasan. Remaja menjadi sasaran utama pengawasan mengingat pada usia itu sedang dalam pembentukan idealisme dan pola pikir. “Jangan sampai remaja disusupi paham-paham ISIS. Orang tua yang punya anak remaja juga harus waspada,” tambah Bambang.
Ada tiga metode yang diterapkan Babinsa untuk menciptakan keamanan dan ketenangan masyarakat terhadap isu ISIS. Yakni dengan pembinaan territorial (binter), ketahanan wilayah, dan komunikasi social. Pendekatan kepada masyarakat bisa secara perorangan atau kelompok. Dan itu dilakukan setiap waktu. Tidak hanya melalui kegiatan karya bakti TNI, tetapi juga dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Misalnya saat ronda di poskamling atau perkumpulan karang taruna.
Pasiter Kodim Kapten Inf Kamdiyo mengatakan, selain Babinsa, TNI juga mengoptimalkan petugas intelijen untuk mengawasi setiap pergerakan seseorang yang dianggap mencurigakan. Itu guna pencegahan dini supaya jika ada pergerakan ISIS tidak cepat meluas. “Jangan sampai muncul bendera, simbol, atau lambang-lambang ISIS di pedesaan,” ingatnya.Kamdiyo meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya kegiatan oleh seseorang atau kelompok yang diduga mengarah pada pergerakan ISIS.(yog/din)