SLEMAN – Bank Mandiri meluncurkan kartu pelajar e-money (e-money student card) di Royal Ambarukmo Hotel Jogjakarta kemarin (11/9). Langkah ini merupakan bentuk apresiasi pengadaan uang elektronik (e-money) di kalangan siswa. Kehadiran kartu ini berfungsi sebagai kartu identitas pelajar kartu dan sebagai alat transaksi pembayaran.Bank plat merah ini memilih Jogjakarta sebagai propinsi yang pertama kali menerapkan kartu pelajar e-money. Implementasi awal kartu pelajar dilakukan di tiga sekolah. Yaitu, SMAN 1 Jogja, SMAN 1 Seyegan, dan SMA Budi Mulia Dua. “Pemilihan sekolah-sekolah di Jogjakarta sebagai percontohan dilakukan karena provinsi ini merupakan ikon kota pelajar,” kata Kepala Kantor Wilayah VII Bank Mandiri Semarang Aribowo.
Aribowo meneruskan, pengembangan kartu pelajar e-money untuk memudahkan para siswa bertransaksi. Selain sebagai kartu indentitas elektronik, para siswa di sekolah juga bisa menggunakannya untuk membayar tiket bus Trans Jogja, membeli bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) Pertamina, serta membeli barang di toko-toko ritel. Yaitu, Indomaret, Alfamart, Alfamidi & Lawson, Lion Superindo, 7-eleven, Circle K, Mini Mart, Nirmala Mart, dan Hardys Retail.”Setelah uji coba di tiga sekolah di Jogjakarta, kami akan kembangkan di sekolah-sekolah lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program Bank Indonesia menerapkan less cash society kepada masyarakat sejak dini,” papar Aribowo.
Sementara untuk pengisian ulang, bisa dilakukan di seluruh kantor cabang dan jaringan ATM Mandiri dan ATM bersama yang mencapai 234 unit. Selain itu, pengisian ulang juga bisa dilakukan di berbagai jaringan toko ritel.Inovasi kartu pelajar ini, lanjut Aribowo, menjadi bagian dari strategi perseroan memacu peningkatan penggunaan Kartu Mandiri e-money dalam transaksi sehari-hari. Sehingga Bank Mandiri menjadi bank transaksional utama di tanah air.Peluncuran kartu pelajar e-money dilakukan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jogjakarta Kadarmanta Baskara Aji, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jogjakarta Arief Budi Santoso, serta disaksikan perwakilan kepala sekolah dan guru SMA se-DIJ.Arief Budi Santosa mengatakan, BI mengapresiasi implementasi e-money di kalangan siswa. “Bank Mandiri telah mengedukasi pelajar Jogjakarta tentang layanan perbankan melalui pengenalan e-money sebagai kartu pelajar,” jelas Arief.
Sedangkan Aji mengatakan, e money menjadi hal yang urgen dan diperlukan siswa. Karena cara tersebut bisa meningkatkan keamanan siswa dalam penggunaan uang. “Sudah bukan zamannya lagi bawa uang banyak. Bila kartu ini nantinya digunakan sebagai alat pembayaran sekolah dan jajan di kantin sekolah, tentunya lebih baik. Karena menghindari siswa jajan sembarangan,” tegas Aji.Aji meneruskan, setidaknya ada dua tempat penting penggunaan e-money. Seperti di bendahara sekolah dan kantin. Sebagai pemenuhan kebutuhan sekolah, sepanjang bank menyediakan alat tentunya memudahkan bertransaksi.Ke depan, Aji berharap kartu pelajar e-money bisa diterapkan untuk program beasiswa siswa berprestasi, beasiswa siswa miskin, dan lain-lain. “Tentunya akan memudahkan, karena uang bisa ditransfer ke kartu pelajar e money, sehingga penggunaannya sesuai kebutuhan siswa nantinya,” kata Aji.(bhn/hes)