KRETEK – Gelombang tinggi menerjang kawasan Pantai Depok kemarin (11/8). Belasan warung kuliner di sepanjang pantai pun terpaksa tutup akibat gelombang yang menyapu ke daratan hingga enam puluh meter ini.Fenomena alam ini terjadi sekitar pukul 07.00. Meskipun tidak banyak menimbulkan banyak kerusakan, gelombang tinggi yang berlangsung selama satu jam ini menyebabkan sejumlah peralatan warung kuliner rusak. “Meja dan kursi warung morat-marit,” terang seorang pemilik warung kuliner Dardi Nugroho.Selain itu, warung menjadi kotor karena banyaknya sampah yang terbawa gelombang laut. Akibatnya, sejumlah pemilik warung kuliner lebih memilih membersihkan dan menata kembali sejumlah peralatan yang berserakan karena tersapu gelombang tinggi. “Sekitar lima meter tinggi gelombangnya. Air masuk sekitar 60 meteran ke daratan,” ujarnya.
Namun demikian, pemilik warung kuliner Salsabila 2 ini mengaku belum mengetahui nilai kerugian akibat fenomena alam ini. Menurutnya, gelombang tinggi kerap terjadi di Pantai Depok. Hanya saja, yang terparah baru kali ini.Mayoritas pemilik warung kuliner memilih tutup. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi pemilik warung kuliner Sendang Laut bernama Sujirah. Dia bersama anaknya tetap nekat membuka warung. “Kawit biyen yo wes ngene iki. Pasrah wae (Sejak dulu ya seperti ini. Pasrah saja, Red),” tuturnya.
Apalagi, warung kulinernya hanya digunakan untuk mencari rezeki. Sebab, ketika malam dia pulang ke rumahnya yang masih berada di kecamatan Kretek.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menuturkan, gelombang tinggi akibat cuaca ekstrim yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.Namun demikian, cuaca ekstrem ini masih dikategorikan aman. “Saya sendiri belum menerima laporan adanya gelombang tinggi (di Depok),” tambahnya.(zam/din)