KUTOARJO – Nasib tragis dialami Mujiyono, 45, dan Joko, 40,warga Kelurahan Kutoarjo RT 02 RW 09, Kabupaten Purworejo. Keduanya tewas seketika setelah tersengat listrik teganggan tinggi milik PLN, kemarin (11/8) petang.Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, ada tiga korban dalam insiden itu. Selain kedua korban tewas juga ada satu korban kritis akibat luka bakar stadium 4, yakni Ngatijo, 40, yang tak lain adik kandung Mujiyono.Kronologis kejadian bermula ketika ketiganya hendak memperbaiki antena televisi untuk menyaksikan siaran langsung pertandingan sepak bola Timnas U-19.”Antena itu awalnya di belakang rumah, niatnya mau dipindah ke depan supaya gambarnya lebih jelas, tidak tahunya malah mereka mengalami musibah seperti ini,” ucap Mu’inah, 70, ibu korban Mujiyono saat ditemui di rumah duka.
Mu’inah menjelaskan, Mujiyono adalah anak nomor dua, sementara Ngatijo nomor lima. Joko adalah tetangga yang dimintai tolong untuk membantu memindahkan antena dari bambu itu.”Tidak ada yang tahu awalnya bagaimana, saya saja baru tahu saat listrik tiba-tiba padam, ketiganya sudah tergeletak di bawah,” jelasnya.Ketua RW 09 Sumoro, mengungkapkan, kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Kutoarjo yang langsung datang melakukan olah TKP dan menyatakan itu murni sebuah kecelakaan. “Jadi dua langsung tewas di lokasi, dan satu langsung di larikan ke RS Palang Biru Kutoarjo yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian,” terangnya.Kapolsek Kutoarjo AKP Suryanto membenarkan peristiwa itu, korban murni mengalai kecelakaan akibat tersengat listrik. “Untuk dua korban meninggal sudah diserahkan ke pihak keluarga yang katanya mau dimakamkan besok siang, sementara korban luka bakar masih dirawat di RS Palang Biru,” terangnya.Dokter Dina, dokter jaga RS Palang Biru yang menangani Ngatijo korban luka bakar di ruang UGD mengatakan, korban mengalami luka bakar hebat di lengan, perut, dada, dan telapak kaki. “Luka bakar level 4 itu paling parah, tangan korban bahkan terpaksa harus saya ganjal supaya tidak terus terlipat dan sulit untuk digerakkan, butuh waktu lama untuk memulihkannya,” tandasnya. (tom/laz)