TANJUNGSARI – Dua wartawan TV menjadi korban keganasan Samudera Hindia. Saat sedang melakukan peliputan tentang tingginya gelombang laut selatan, keduanya terseret ombak Pantai Drini, Tanjungsari, Gunungkidul.Kamera video milik keduanya, jurnalis Jogja TV Anjar Ardityo dan jurnalis RCTI Biro Jogja Fahrizal Ahmad rusak terendam air laut. Keduanya datang ke Pantai Drini bersama jurnalis TV One Lucas Didit (11/8).
Pagi itu, ada informasi adanya gelombang tinggi di Pantai Drini. Sesampai di lokasi, mereka mengabadikan beberapa warung milik pedagang yang rusak diterjang ombak. “Anjar dan Rizal mendekat ke salah satu gazebo dekat bibir pantai. Tiba-tiba ombak besar datang,” kata Lucas.Keduanya terseret ombak. Akibat terjangan ombak, seluruh kelengkapan peliputan mereka rusak parah. Dua kamera video dan dua telepon seluler rusak terendam air laut.Anjar mengatakan dia bersama Rizal mendekati nelayan yang sibuk mengamankan peralatan melaut dari ganasnya ombak laut selatan. Saat mengabadikan momen tersebut, ombak menyeret keduanya.”Korban tidak hanya kami berdua, ada juga nelayan yang ikut tergulung ombak. Kamera video mati total,” kata Anjar. (gun/iwa)