JOGJA – Tidak hanya di Jakarta aksi dari pendukung calon presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Di Jogja kemarin (11/8), tepatnya di Jembatan Kleringan, gabungan Relawan Merah Putih melakukan aksi damai.Sambil membawa beberapa spanduk yang bertuliskan KPU Picek, KPU Curang, dan Pidanakan KPU, massa berorasi tepat di pojok utara timur Jembatan Kleringan. Mereka meneriakkan tuntutan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk bisa bersikap adil.Koordinator Gabungan Relawan Merah Putih Lunta menjelaskan, aksi ini serampak digelar seluruh Indonesia. Ini dilakukan menuntut MK untuk bisa mengambil keputusan secara adil. “Aksi ini akan kami lakukan sampai 21 Agustus mendatang,” kata Lunta, di sela aksi.Ia menambahkan, aksi bukan untuk mengubah keputusan dari KPU, yaitu memenangkan pasangan Jokowi-JK menjadi presiden dan wakil presiden terpilih. Tapi, mendukung MK bisa memberikan keadilan.”Aksi ini seperti bola salju. Semakin lama akan semakin besar,” tambahnya.Tempat yang akan menjadi sasaran aksi pun, lanjut Lunta, juga akan berbeda-beda. Mereka akan melakukan aksi seperti ini di beberapa tempat di DIJ. “Aksi akan merata di seluruh DIJ,” tandasnya.
Ia menegaskan, di dalam sidang MK telah dilakukan upaya hukum. Tapi MK tetap harus mendapatkan dukungan dari masyarakat. Ini agar MK bisa berani mengambil keputusan yang adil. “Keadilan harus ditegakkan. MK harus berani,” tuturnya.Selain itu, Lunta juga menyerukan kepada pendukung Prabowo-Hatta untuk ikut serta dalam aksi damai itu. Ini demi menegakkan keadilan. Juga melawan kezaliman yang masif dilakukan saat pemilihan presiden (pilpres) lalu.”Sembari menunggu, kami akan terus membuka mata masyarakat bahwa dalam pilpres lalu ada kecurangan-kecurangan yang patut dicurigai,” katanya. Saat menggelar aksi, beberapa pendukung pasangan nomor 1 tersebut mengenakan topeng. Ini sebagai bentuk sindiran terhadap sikap KPU yang seakan memakai topeng alias mengesampingkan hati nurani kebenaran. (eri/fid/laz)