JOGJA – PSIM Jogja tidak berada dalam kondisi ideal guna menghadapi PSBI Blitar di Stadion Aryo Srengat, Blitar sore ini. Melawan pemuncak klasemen sementara Grup 5 Divisi Utama 2014 itu, Laskar Mataram baru bertolak ke Blitar tadi malam.Ini jelas bukan kondisi ideal untuk sebuah tim yang hendak menjalani laga tandang. Maklum, para pemain PSIM baru tiba di Blitar pagi ini. Karena itulah waktu istirahat Topas Pamungkas dkk sangat sempit dan dikhawatirkan tidak mampu menunjukkan performa maksimal.
Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengakui hal itu. Selain ancaman kelelahan, PSBI adalah lawan yang sangat berat. Itu dibuktikan dengan konsistennya performa mereka selama kompetisi Divisi Utama 2014. “Idealnya kami punya istirahat sekitar 24 jam di Blitar,” kata Seto tadi malam.Seto mengakui psikologis tim besutannya juga terganggu. Menurutnya pikiran anak asuhnya sudah tersita untuk menunggu antara berangkat atau tidak jadi berangkat ke Kota Lahar.Meskipun begitu Seto sangat yakin tim asuhannya mampu memberikan perlawanan pada PSBI. Terlebih lagi di putaran pertama lalu,PSIM juga pernah menghadapi situasi sesulit ini.
“Ya, dulu kami juga pernah mengalami seperti ini. PSIM terancam mundur dari kompetisi sehingga psikologis para pemain terpukul. Tapi ternyata saat main lawan PSS di MIS anak-anak justru maksimal dan mampu membawa hasil imbang 0-0,” jelasnya.Direktur Operasional PSIM Jarot Sri Kastawa bersyukur PSIM bisa berangkat ke PSBI. Dengan begitu Laskar Mataram terhindar dari kekalahan WO. Selain itu PSIM juga dapat meneruskan mimpi berlaga di babak 16 besar Divisi Utama 2014. “Ya bersyukur akhirnya kemarin sore ada gambaran soal dana operasional di Blitar,” tambahnya. Jarot pun berharap PSIM mampu menunjukkan penampilan sebagus mungkin. Jika dapat membawa poin dari markas PSBI itu adalah prestasi yang sangat membanggakan. (nes/din)