SLEMAN – Prestasi angin-anginan PSS Sleman sebelum libur panjang Piala Dunia 2014, Ramadan dan pemilu presiden (Pilpres) membuat mereka untuk sementara tercecer di luar dua besar Grup 5 Divisi Utama 2014. Memang, saat ini PSS naik satu tingkat dari peringkat empat ke tiga sebagai dampak dari mundurnya salah satu penghuni Grup 5 Persenga Nganjuk. Namun tetap PSS tidak bisa berleha-leha.Saat ini, PSS berada di posisi tiga dengan raihan 12 angka atau tertinggal tiga poin dari Persinga Ngawi yang berada di posisi kedua. PSS sendiri lebih diuntungkan lantaran menyimpan satu sisa pertandingan lebih banyak ketimbang Persinga. Tapi, kekalahan adalah “haram” diderita Anang Hadi dkk jika ingin lolos ke babak 16 besar. Apalagi, di belakang masih ada saudara tua mereka PSIM Jogja yang juga mengintai tiket second season.
Namun beruntung, dua dari tiga laga terakhir yang dilakoni PSS dilangsungkan di Maguwoharjo International Stadium (MIS). Malam ini di MIS, PSS mengawali petualangan mereka usai long holiday menghadapi tim “musafir” asal papua Perseman Manokwari.Dari lima laga kandang yang sudah dijalani, PSS sukses memenangi empat di antaranya. Satu-satunya hasil imbang mereka dapat kala menjamu PSIM pada putaran pertama. Hebatnya lagi, saat bermain di kandang PSS tergolong subur, yakni mampu membuat 16 gol.Pelatih PSS Herry Kiswanto menyatakan, persiapan anak asuhnya sudah cukup maksimal. Usai tertundanya pertandingan tandang melawan PSIM, Herkis-sapaan akrab Herry- melihat tim besutannya sudah bisa mengalihkan fokus. “Fokus anak-anak sudah benar-benar ke laga kontra Perseman. Jadi saya sangat yakin anak-anak mampu menampilkan permainan maksimal,” tegasnya.
Sayangnya, PS terbentur tradisi buruk kala berhadapan dengan Perseman. Terakhir PSS mampu mengalahkan Perseman di MIS saat kedua tim bentrok di ajang Divisi Utama 2008/2009. Saat itu PSS yang masih diperkuat Edi Sibung mampu membekap Perseman 2-0. Setelah itu dalam empat pertandingan terakhir PSS kalah sebanyak tiga kali dan imbang sekali.Herkis berharap tradisi buruk ini tidak tertanam dalam benak pemain. Meskipun Herkis menyadari pada putaran pertama PSS juga takluk dengan skor tipis 1-2.”Jangan sampai anak-anak memikirkan tradisi buruk menghadapi Perseman. Ya, sekarang sama dulu kan pastinya berbeda,” cetusnya.
Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono mengatakan, minimal PSS harus meraih tujuh poin dalam tiga laga terakhir. Dengan begitu, PSS harus mengawalinya dari laga kontra Perseman.”Ya kalau mau lolos kami sudah tidak bisa kalah. Harus meraih tujuh poin minimal,” imbuhnya.Pelatih Perseman Wanderley Junior mengungkapkan, Perseman tetap tampil menyerang di MIS. Pria Brasil ini menyadari jika PSS sangat subur ketika main di kandang sendiri. Tetapi itu bukan alasan Hini Cofu-julukan Perseman- bermain defensif. (nes/din)