JOGJA – Satuan Resnarkoba Polresta Jogja meringkus dua kurir penyalahgunaan narkotika berbagai jenis. Dari penangkapan ini, disita barang bukti ganja seberat 1.300 gram, sabu-sabu 60,1 gram, dan putau 61,1 gram. Polisi masih memburu target operasi (TO) yakni penyuplai barang itu yang berasal dari Jakarta.Penggerebekan yang dipimpin Kasat Narkoba Kompol Toto Subroto berhasil meringkus tersangka perempuan berinisial Rda, 27, di mana saat itu sedang bersama temannya, Ka, 30, di kamar hotel Dusun Cebongan, Argomulyo, Salatiga, Jateng, Sabtu (9/8) pukul 06.30. Diduga, keduanya hendak mengedarkan barang itu.”Tersangka masih kami periksa untuk memperdalam penyelidikan terkait jaringannya,” kata Kapolresta Jogja Kombes Pol R Slamet Santoso kemarin (11/8).
Penangkapan kedua tersangka ini, lanjutnya, merupakan pengembangan dari terungkapnya kasus penyalahgunaan narkoba yang ditangani Polresta Jogja. Dalam penangkapan ini, Opsnal Narkoba harus mengembangkan temuan barang bukti di Semarang.Usai keduanya diringkus, petugas langsung menyisir lokasi lain yang diduga digunakan sebagai tempat menyimpan barang tersebut. Di Dusun Tugu, Bener, Tengaran, Semarang itulah petugas kembali mendapatkan barang bukti berupa sabu-sabu.”Tim Satresnarkoba menyisir sampai ke Semarang. Itu dilakukan setelah tersangka memberikan keterangan mengenai penyimpanan barang tersebut,” ujarnya.
Dengan meningkatknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Jogja, Kombes Slamet Santoso terus memaksimalkan fungsi satuannya untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Selain itu, kerja sama masyarakat dalam meminimalisasi segala bentuk peredaran narkoba juga sangat membantu peran kepolisian.”Kerja sama berbagai pihak tidak boleh berhenti. Harus ada keterkaitan satu sama lain, sehingga mampu menekan angka peredaran narkoba,” jelasnya.Kasat Resnarkoba Polresta Jogja Kompol Topo Subroto menerangkan, selama tahun 2014 ini pihaknya telah mengungkap 20 kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polresta Jogja. Untuk barang bukti yang disita saat ini, jika dinominalkan berkisar Rp 200 juta. “Sepanjang tahun ini sudah ada 20 kasus yang kami tangani,” kata Topo.
Terkait dua kurir itu, dari pengakuan tersangka setiap bulan diberi upah Rp 3 juta. Tersangka juga mengaku sudah tujuh kali mengambil barang haram tersebut ke Jakarta. Sejauh ini, petugas terus mengembangkan jaringan kedua tersangka. “Pengakuannya sudah tujuh kali. Setiap sebulan sekali, mereka mengambil barang di Jakarta,” kata dia.Sementara itu menurut tersangka Rda, ia menjadi kurir semenjak kedua orang tuanya bercerai. Ia beralasan tidak memiliki pegangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga, ia memutuskan untuk menjadi kurir narkoba.”Saya dari keluarga broken home dan sudah menjadi kurir narkoba selama dua bulan,” kata dia. Atas perbuatannya, Rda disangka melanggar pasal 112 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Sedangkan tersangka Ka disangka melanggar pasal 111 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (fid/laz)