MUNGKID – Pemkab Magelang secara resmi memulai uji coba pengalihan arus lalu lintas di Kecamatan Muntilan. Pengalihan arus diawali dari median jalan di sisi utara Monumen Bambu Runcing sepanjang 100 meter untuk titik awal pengalihan dari arah Magelang ke Jogjakarta. Sesuai rencana awal, seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat dialihkan melalui Jalan Pemuda. Pilihan lewat jalan tersebut karena ada proyek pembongkaran Jembatan Bangkong, Kali Keji, dan Jembatan Kali Lamat.Rute pengalihan yang diterapkan pada uji coba, kendaraan dari arah Magelang menuju Jogjakarta kan dilewatkan melalui pertigaan Bambu Runcing, sampai di pertigaan Tambakan kendaraan belok kiri. Kemudian belok kanan kembali ke jalan satu arah. “Jika kendaraan besar seperti trailer mengalami kendala atau kesulitan saat belok di pertigaan Tambakan, kemungkinan jalan dua arah akan diterapkan sampai depan Tape Ketan Muntilan. Kalau rute ini lancar ya akan tetap diteruskan sampai proyek pembongkaran jembatan selesai,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang Ismu Kuswandari kemarin (11/8).
Ismu meneruskan, dalam beberapa hari ini, uji coba jalur pengalihan akan diterapkan sesuai rencana awal. Jika saat evaluasi nanti muncul kendala, rute pengalihan bisa diubah.Ia menyebut, ada kemungkinan jalur dua arah diberlakukan mulai Bambu Runcing hingga pertigaan Tape Ketan. Untuk itu, Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Magelang. Antara lain terkait penambahan personel atau jumlah rambu- rambu lalu lintas. “Selain itu, kami perlu melakukan penataan parkir. Untuk kendaraan roda empat, parkir yang tadinya miring harus dirubah menjadi lurus di sisi jalan. Sedangkan kendaraan roda dua, untuk sementara parkirnya dipindah ke jalur lambat,” papar Ismu.Pengalihan jalan tersebut akan diterapkan sampai proyek jembatan selesai atau hingga akhir Desember nanti.
Sementara itu, Direktur CV Gemilang As’ari mengatakan, masih menunggu keberhasilan uji coba pengalihan jalan. Menurut As’ari, begitu uji coba dinyatakan berhasil, pihaknya langsung melakukan pembongkaran Jembatan Bangkong. “Waktu semakin berkurang dari yang tertera dalam kontrak. Namun, kami akan bekerja maksimal,” tegasnya.Dikatakannya, langkah penelitian atau survei jembatan sudah dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu. Namun, langkah selanjutnya harus menunggu hasil uji coba pengalihan jalan. “Tidak ada ruang gerak untuk melakukan pekerjaan pembongkaran awal, karena harus menunggu penutupan jalan total,” tegasnya.Ia menyebut, Jembatan Bangkong nantinya akan ditinggikan, sehingga sejajar dengan sisi selatan jembatan. Sedangkan lebar jembatan juga ditambah, dari sebelumnya lima meter menjadi tujuh meter.(ady/hes)