PURWOREJO – Berawal dari penasaran. Budi Putra Cesariyanto, 27, dan Ady Putra Cesario, 23, kakak beradik warga Kelurahan Kledung Karangdalem, Kecamatan Banyuurip Purworejo berhasil membuat cajon. Alat musik khas Peru itu berbentuk kotak dan dipukul sebagai pengganti drum. Budi dan Ady bukan pemain musik tersebut, namun mereka mampu membuat dan memasarkannya. Budi sarjana hukum lulusan Universitas Negeri Semarang. Sedangkan Ady mahasiswa tingkat akhir di universitas yang sama dengan Budi.Kreasi mereka membuat cajon mampu menjadikan ladang penghasilan. “Cajon kami desain sendiri. Beda dengan yang ada di pasaran,” kata Ady (11/8).
Dikatakan Ady, ketertarikan terhadap cajon berawal dari tugas kuliah. Dia diminta dosennya observasi pemasaran alat musik perkusi, termasuk cajon. Lalu dia membeli cajon untuk teman band-nya di Semarang.Dia melihat ada peluang usaha pembuatan cajon. Apalagi masih sedikit orang yang menjual dan memasarkannya. Lalu dia memutuskan memproduksi dan menjual cajon tersebut.Budi menyambut baik ajakan adiknya. Berbekal modal seadanya, mereka mulai melancarkan strategi produksi dan pemasaran lewat internet. Berlabel Starjos cajon cepat dikenal. “Pemasaran sudah merambah ke seluruh provinsi di luar Jawa, kecuali Papua. Kebanyakan café-café dan reseller di Semarang,” kata Budi.Cajon produksi Starjos dapat dipesan dengan desain sesuai keinginan konsumen. Harga yang ditawarkan pun bersaing. Rata-rata dijual dengan kisaran harga Rp 450 ribu-Rp 600 ribu. (tom/iwa)