SUASANAbernuansa Islami terlihat dari tempat digelarnya festival rebana di Kabupaten Magelang. Penyelenggara sendiri berharap, kesenian rebana bisa menumbuhkan ukhuwah Islamiyah. Tidak hanya itu, rebana yang merupakan kesenian khas Indonesia juga menjadi sarana dakwah. Tidak berlebihan jika digelarnya festival tersebut sebagai upaya pengembangan seni yang Islami. Melalui seni ini, diharapkan kesenian rebana bisa berkembang seiring perkembangan zaman. “Karena itu, agar kesenian ini tidak ditinggalkan, diperlukan adanya inovasi sehingga kesenian ini tidak punah,” kata Plt Sekda Pemkab Magelang Agung Trijaya saat pengumuman Festival Rebana tingkat Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu.
Pada pengumuman tersebut, grup rebana perwakilan dari Kecamatan Borobudur keluar sebagai juara pertama untuk kategori modern. Sedangkan keluar sebagai juara kedua dan ketiga, perwakilan dari Kecamatan Windusari dan Kecamatan Ngluwar. Pada festival tersebut, banyak peserta dari masing-masing kecamatan yang mengirimkan wakilnya. Acara sendiri berlangsung tiga hari, dari 7 – 9 Agustus 2014 di Masjid An Nur Mungkid.Saat tampil, Grup Rebana Borobudur tampil memukau dengan tiga vokalis cewek dan cowok sebagai pengiring. Mereka membawakan lagu wajib Alfu Laila Walaila dan lagu pilihan Sukaro. Dengan alat musik perpaduan rebana, keybord, drum, bass gitar, dan gamelan serta berkostum surjan lurik dipadu dengan kain sarung.
Untuk katagori klasik, keluar sebagai juara adalah wakil dari Kecamatan Kajoran. Adapun untuk kategori pemula, keluar sebagai juara pertama, wakil dari Kecamatan Tempuran. “Bagi juara pada festival ini, jangan berbangga hati terlebih dahulu. Akan tetapi, kami minta agar lebih giat belajar. Karena tantangan yang lebih besar telah menghadang. Para pemenang akan menghadapi juara-juara di tingkat Propinsi Jawa Tengah,” katanya mengingatkan.Kepala Bagian Kesra Pemkab Magelang Bambang Marjono mengatakan, kegiatan festival rebana diselenggarakan selama tiga hari terhitung sejak tanggal 7 – 9 Agustus 2014. Festival ini merupakan pertarungan dari para juara utusan dari tingkat kecamatan. Selebihnya, para juara ini akan mewakili Kabupaten Magelang di tingkat Propinsi Jawa Tengah. “Seperti tahun lalu, perwakilan kabupaten bisa meraih juara kedua di tingkat Propinsi Jawa Tengah. Itu target minimal. Sebisa mungkin harus lebih baik dari sebelumnya,” harapnya.(*/hes)