NAMA Hitoshi Nakata, Keinsuke Honda, Sunsuke Nakamura, sampai terbaru pemain Manchester United, tidak asing bagi para penggila bola di DIJ. Rencananya, salah satu klub dari negara pemain-pemain itu akan membuka sekolah sepak bola (SSB) di DIJ.Mereka saat ini telah menjajaki peluang tersebut. Bahkan, pembicaraan ini telah sampai Government to Government (G to G). Pemprov DIJ dengan Perfektur Yamanashi, provinsi tempat salah seorang pemain Indonesia Irfan Bahdim, bermain.Dalam pengembangan sepak bola itu, Ketua Liga Yamanashi sudah bertemu langsung dengan wakil tiga klub di DIJ: Persiba Bantul, PSIM Jogja, dan PSS Sleman. Mereka telah berbicara mengenai peluang pengembangan SSB yang berbasis sepak bola Jepang itu.Wakil Gubernur Yamanashi Hiraide Wataru mengakui rencana kerja sama dengan DIJ. Kerja sama untuk sektor swasta itu bahkan sudah hampir terealisasi. Kini, tinggal proses lebih lanjut otoritas sepakbola Yamanashi dengan klub lokal DIJ. “Karena swasta, itu lebih mudah,” kata Wataru, usai bertemu Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Kepatihan, kemarin (12/8).
Ia mengungkapkan, SSB tersebut akan mereka peruntukkan bagi anak-anak kurang mampu. Jumlahnya sekitar 60 orang. Tapi, mereka juga harus memenuhi syarat utama. “Memiliki minat dan bakat untuk menjadi pemain bola,” imbuhnya.Gubernur DIJ HB X menyambut positif tawaran kerja sama itu. Ia berharap dengan masuknya pembinaan klub sepak bola dari Jepang akan meningkatkan prestasi sepak bola klub asal DIJ. Apalagi, animo masyarakat terhadap sepak bola di DIJ tak perlu diragukan. “Ada tiga klub di DIJ yang bisa menjadi rekan kerja sama,” ujar HB X.Tidak hanya menutup pada sepak bola. HB X juga menawarkan beberapa peluang kerja sama lain, seperti penanganan gunung berapi. “Di sana ada Gunung Fuji yang masuk warisan dunia. Di sini ada Gunung Merapi. Penanganan vulkanologi bisa saling sharing,” terang Raja Keraton Jogja ini.Ia mengungkapkan, kerja sama dengan Jepang juga bakal membuka keran perdagangan. Seperti industri tekstil yang peluangnya bisa dikembangkan. “Sama-sama memiliki industri sutra,” tambahnya.Wataru menambahkan bahwa masih banyak lagi yang bias dikerjasamakan. ” Peluangnya banyak sekali. Selain olahraga, juga soal ahli geologi atau kegunungapian. Penanganan letusan gunung berapi, DIJ telah memiliki pengalaman. Kami juga memiliki Gunung Fuji yang aktif. Tapi, meletusnya tidak sesering Merapi,” tandas Wataru,” (*/laz)