JOGJA – Isu lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak. Tak terkecuali yang dilakukan Korem 072/Pamungkas Jogja. Menjelang HUT ke-69 Republik Indonesia, seluruh Kodim di bawah Korem 072/Pamungkas membuat lubang biopori yang dilaksanakan 11 Agustus sampai 24 September 2014.Kapenrem 072/Pamungkas Jogjakarta Mayor Inf Munasik mengatakan, pembuatan lubang biopori di wilayah Korem Pamungkas ini sebagai wujud kepedulian TNI terhadap lingkungan hidup. Apalagi isu tersebut merupakan tanggung jawab seluruh pihak.”Harapan kami dengan pembuatan biopori ini dapat mempengaruhi dan mengajak masyarakat DIJ ikut bersama-sama mencintai lingkungan,” kata Munasik kemarin (12/8).
Manfaat yang lebih dari pembuatan biopori itu, lanjutnya, dapat membantu dalam peresapan air saat musim penghujan, serta bisa menampung air di waktu musim kemarau. Dengan demikian, tumbuhan di sekitar tidak mengalami kekeringan. “Pada prinsipnya, upaya meningkatkan kepedulian lingkungan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.Adapun pembuatan lubang biopori di wilayah Korem 072/ Pamungkas ini merupakan kerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jogjakarta. Pihaknya juga telah mendapatkan arahan mengenai pembuatan dan manfaat dari lubang biopori terhadap lingkungan hidup.”Ini sangat mudah dengan mengunakan alat yang sudah dirancang, sehingga dalam pembuatan lubang tidak mengalami kendala. Pembuatan lubang di tempat lahan terbuka dan tempat genangan air dan lahan yang kurang subur,” tambah Mayor Inf Widodo, Pasi Wan Wil Korem 072/Pamungkas.Menyikapi hal ini, Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DIJ Halik Sandera mengapresiasi upaya yang dilakukan TNI. Apalagi, pembuatan biopori secara prinsip bagus karena bisa menjadi salah satu tempat resapan air hujan dan pemulihan kesuburan tanah.”Biopori harus diisi sampah organik dan terus dilakukan perawatan secara reguler untuk menjaga kondisi biopori tetap baik dan berfungsi maksimal,” kata Halik. (fid/laz)