JOGJA – Wilayah Kota Jogja kembali mendapat pengakuan sebagai kota layak huni di Indonesia. Pengakuan tersebut dibuktikan dengan penghargaan Livable City dari Eastern Regional Organisation for Planning and Human Settlements (EAROPH) yang diberikan kepada Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS).Pengharagaan Livable City ini diserahkan langsung oleh Presiden EAROPH Hermanto Dardak kepada Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin (11/08). Selain Jogja, ada sejumlah wali kota lain seperti Surabaya, Jakarta Utara, Tangerang Selatan, Makassar, Semarang, Bandung dan Banyuwangi yang juga menerima penghargaan dengan kategori yang berbeda.
HS mengatakan Kota Layak Huni sejatinya tidak sekadar mewujud dalam ketersediaan sarana prasarana maupun fasilitas bagi masyarakat. Menurutnya, ukuran nyata dampak tingkat kelayakan huni adalah usia harapan hidup masyarakatnya dengan kondisi kesehatan dan pendidikan yang memadahi. “Sekarang usia harapan hidup warga Kota Jogja mencapai 73,5 tahun dan merupakan rerata tertinggi tingkat nasional,” terang HS.HS melanjutkan untuk mengukur tingkat kenyamanan tinggal di kota, penilaianya bukan dari pemerintah tetapi berdasarkan pendapat dari warga Jogja. “Warga yang mengatakan bahwa mereka senang hidup di Jogja. Bukan kata pemerintah kota Jogja,”katanya.Untuk menciptakan kota yang layak huni, jelas HS, kuncinya didahului dengan membangun nilai. Dirinya mencontohkan bagaimana membangun nilai kepada masyarakat untuk menaruh sampah, bukan membuang sampah dan memperlakukan sampah dengan baik. Diakuinya, hal itulah yang dianggap sebagai hal yang sulit dan perlu digalakkan.HS juga mengajak semua elemen masyarakat Jogja untuk terus menciptakan kota Jogja sebagai kota yang layak untuk dihuni baik bagi warga Kota Jogja sendiri maupun warga masyarakat dari luar kota Jogja. “Dengan suasana kota yang aman dan nyaman, sehingga terciptalah kota layak huni,” ungkapnya.
Terdapat beberapa kriteria penilaian untuk sebuah kota menjadi kota layak huni, di antaranya kualitas penataan ruang, jumlah ruang terbuka, kualitas angkutan umum, perlindungan bangunan sejarah, kebersihan, pencemaran, kondisi jalan, fasilitas pejalan kaki, kesehatan, pendidikan, air bersih, jaringan telekomunikasi, pelayanan publik, hubungan antarpenduduk, listrik dan fasilitas rekreasi.Presiden EAROPH Hermanto Dardak mengatakan, penghargaan diberikan kepada para wali kota sebagai bentuk penghargaan kepada pemimpin yang telah melaksanakan pembangunan kota yang tangguh dan cerdas. Seleain itu juga memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. EAROPH sendiri merupakan organisasi non-pemerintah yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan fokus masalah ekonomi, urbanisasi, permukiman penduduk, dan lainnya. (pra/laz)