JOGJA – Cobaan demi cobaan yang menimpa PSIM Jogja ternyata tidak membuat para penggawa Laskar Mataram payah dalam menjalani pertandingan tandang. Baru bertolak ke Blitar kurang dari 24 jam sebelum laga kontra PSBI Blitar di Stadion Aryo Srengat Kemarin Sore (12/8), Topas Pamungkas dkk justru memetik hasil positif. Akibat kesulitan keuangan yang menimpa manajemen Laskar Mataram para pemain dan ofisial PSIM nyaris tidak bertolak ke Blitar. Akhirnya mereka baru berangkat ke Jawa Timur (Jatim) pada Senin Malam Pukul 22.00. Pemain-pemain pun akhirnya tiba di Blitar pada pukul 06.00.
Dengan waktu istirahat yang sangat singkat PSIM diragukan mampu meladeni perlawanan PSBI. Tapi tanpa disangka, PSIM mampu menunjukkan penampilan luar biasa. Lini serang PSIM yang digawangi Tri Handoko berhasil membuat lini pertahanan PSBI Kocar kacir.Puncaknya pada menit ke-37, PSIM sukses unggul lebih dulu lewat gol Tri Handoko. Kedudukan ini bertahan hingga wasit Budi Narimo mengakhiri babak pertama.Sayangnya memasuki babak kedua, stamina para pemain PSIM kedodoran. Pada awal babak kedua, mereka tidak bisa menampilkan performa seperti babak kedua. Akhirnya di menit ke- 51 PSBI mampu menyamakan kedudukan lewat Andhy Yayan yang merobek gawang Ony Kurniawan. Kedudukan 1-1 ini bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengaku puas dengan hasil imbang ini. Setidaknya ini membuktikan jika para pemain Laskar Mataram selalu percaya diri dalam menghadapi kondisi apapun. “Anak-anak bermain bagus, meskipun pada babak kedua kedodoran,” ungkapnya.Bahkan Seto menyatakan, seandainya saja PSIM berangkat lebih awal, mungkin mereka bisa membawa pulang kemenangan. Ia pun berharap berangkat pada waktu mepet seperti ini tidak terulang lagi. Sebab hal ini juga memunculkan risiko cedera pada pemain. “Topas dan Tulus Septianto juga kena cedera. Topas pada engkelnya sedangkan Tulus di pahanya,” jelasnya.
Kapten PSIM Topas Pamungkas menyatakan, hasil ini sangat penting demi menjaga peluang PSIM ke babak 16 besar. Setelah menghadapi PSBI, PSIM masih memiliki tiga laga sisa dengan dua diantaranya dilakukan di kandang sendiri.”Bisa mencuri satu angka di kandang lawan. Ya mudah-mudahan lawan PSBK bisa menang lagi. Dengan begitu peluang kami ke 16 besar masih terjaga,” imbuhnya.Namun selain berkah, manajemen PSIM juga dipusingkan dengan hasil imbang di PSBI. Maklum, di tengah kesulitan keuangan seperti sekarang, mereka tetap wajib membayarkan bonus seri tandang pada pemain dan ofisial. (nes/din)