MUNGKID – Pengalihan arus lalu lintas di Kecamatan Muntilan berdampak bagi masyarakat. Masyarakat merasa, pascauji coba pengalihan arus lau lintas, perekonomian terjun bebas. Pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya mengalami penurunan omzet cukup drastis.Tidak hanya itu, di beberapa titik arus lalu lintas juga terjadi kemacetan. Seperti di sekitar Terminal Muntilan. Sementara di sisi barat, akses masuk di Terminal Muntilan menjadi sepi.”Dampak akses terminal sisi barat menjadi sepi. Pasar pagi atau pasar sayur Muntilan semakin semrawut. Dampak lain, adanya kemacetan sekitar pasar menjadi bertambah,” kata Lukman, salah satu pedagang di Terminal Muntilan, kemarin (12/8).Menurut Lukman, selain bertumpuknya kendaraan di satu titik, di Pasar Mekar atau Pasar Burung Muntilan mengalami peyempitan jalur. Karena ruas kanan jalan digunakan sebagai jalur alternatif Magelang-Jogjakarta via Terminal Muntilan. Sehingga kendaraan saling berjubel di titik tersebut.”Dampak yang dirasakan pedagang seperti kami, kemungkinan akan terasa pada pasaran akan datang. Pasaran di sini setiap Kliwon yang jatuh pada Kamis besok,” imbuh pedagang perlengkapan keamanan sepeda motor tersebut.
Tidak hanya pedagang di sekitar Terminal Muntilan, dampak yang cukup signifikan juga dirasakan pedagang di pinggir jalan raya yang dialihkan. Para pedagang di Desa Tamanagung yang berjualan di sepanjang jalan menjadi korban pengalihan arus lalu lintas. Mereka merasakan dampak langsung, di mana terjadi penurunan penghasilan hingga 95 persen dibanding hari biasa. Penyebabnya, kendaraan yang biasanya melintas berkurang. Bahkan, sama sekali tidak ada kendaraan roda empat yang melintas.Habib, pedagang kelontong dan alat- alat kebersihan Di Desa Tamanagung merasakan langsung atas pengalihan arus lalu lintas tersebut. Pedagang sapu, alat pel, keset, sulak, dan lainnya tersebut mengaku, hanya bisa menunggu sampai proyek pembongkaran jembatan selesai dan jalan kembali dibuka. Sejauh ini, dagangan yang dijualnya otomatis tidak ada yang membeli.”Pembeli sebagian besar atau sampai 95 persen dari jalan. Kalau jalan ditutup ya pembelinya tidak ada. Untungnya, saya masih menjual kebutuhan pokok lain. Seperti gas elpiji dan lainnya. Walau sedikit, tetap ada pemasukan,” ungkap Habib.
Dikatakan Habib, jembatan belum dibongkar saja pembeli berkurang sampai 95 persen. Apalagi nantinya jembatan dibongkar. Namun, ia mengaku tetap membuka tokonya meski tidak ada kendaraan yang lewat. “Ya nanti tokonya tetap dibuka. Rejeki itu kan sudah ada yang mengatur. Yang penting qonaah,” imbuhnya.Menurutnya, uang modal untuk membuka tokonya berasal dari pinjaman bank. Ia memiliki kewajiban setiap bulan membayar uang angsuran. Dengan pengalihan arus, pihaknya mengaku kesusahan mengumpulkan uang angsuran tersebut. “Harapan kami, pihak bank pemberi pinjaman memberikan dispensasi untuk pembayaran angsuran. Ya paling tidak bisa mundur atau gimana. Sementara ini, pihak bank belum tahu kalau ada pengalihan arus jalan ini, kemungkinan Senin besok (18/8),” katanya.Kondisi sepinya pembeli juga terlihat di SPBU Nglawisan Tamanagung, Muntilan. Hanya ada beberapa sepeda motor yang sesekali keluar-masuk untuk mengisi bahan bakar, Selasa (12/8).Sementara itu, Pengelola Pasar Hewan Muntilan Agus Salim mengaku, belum mendapat sosialisasi langsung terkait pengalihan arus. Ia baru melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Selasa (12/8), terkait jalan yang mungkin bisa dilalui kendaraan menuju pasar hewan. Mengingat letak Pasar Hewan Muntilan berada di sebelah Utara Jembatan Bangkong. “Koordinasi sudah dilakukan lewat telepon. Pihak Dishub menyanggupi membuka jalan, khusus kendaraan menuju pasar hewan,” kata Agus.
Menurut Agus, selama ini pedagang yang melakukan aktivitas jual-beli di Pasar Hewan Muntilan dari berbagai daerah. Seperti Kota Magelang, Jogjakarta, Boyolali, Salatiga, dan beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang. Dengan pengalihan arus yang dilakukan, ia memperkirakan akan membuat kebingungan para pedagang yang belum tahu jalur- jalur alternatif menuju pasar tersebut.”Terutama pedagang yang berasal dari Jogjakarta. Kalau tidak ada petunjuk atau rambu- rambu menuju pasar hewan, mereka akan kebingungan,” katanya memprediksi.Dampak pengalihan arus terhadap pasar hewan belum kelihatan. Ini mengingat pasaran akan digelar Kamis besok (14/8). “Kemungkinan penurunan jumlah pedagang atau pembeli. Soal angka transaksi baru bisa diketahui Kamis besok,” kata Agus.Selama ini, pada hari pasaran, jumlah pedagang yang melakukan aktivitas jual beli di Pasar Hewan Muntilan mencapai 150 orang. Sedangkan angka nominal transaksi jual-beli mencapai sekitar Rp 500 juta.(ady/hes)