EKSPETASI organisasi pimpinan Anom Suroto terhadap Laskar Sultan Agung-julukan Persiba Bantul memang besar. Apalagi, kelompok yang identik dengan atribut berwarna merah ini sudah cukup lama menanti Persiba tampil di kelas “para raja” ini.Ya, karena dualisme kompetisi Indonesia yang berlangsung sejak 2011 hingga 2013 lalu, Persiba memilih berlaga di Indonesian Premier League (IPL) yang kala itu dinyatakan sebagai kompetisi legal. Padahal hampir semua tim elit Indonesia berlaga di ISL.Setelah ISL menjadi satu-satunya kompetisi pada 2014, barulah Persiba bisa merasakan kompetisi paling bergengsi ini. Namun sayang, keberadaan Persiba di ISL hanya sekadar numpang lewat. Akibat prestasi buruk, Laskar Sultan Agung dipastikan kembali berlaga di ajang Divisi Utama tahun depan.
Ini juga disebabkan hengkangnya banyak pemain bintang karena ketidakjelasan finansial di tubuh Persiba.Performa Persiba di ISL sangat buruk. Bayangkan dari 17 laga yang telah dilakoni, Persiba baru menang satu kali. Kedatangan bintang-bintang lawas seperti Ezequiel Gonzales dan Wahyu Wijiastanto sama sekali tidak berpengaruh.Ketua Umum (Ketum) Paserbumi Anom Suroto mengaku kecewa dengan pencapaian Persiba tahun ini. Alasannya, apa yang menimpa Persiba lebih disebabkan persoalan keuangan internal klub.”Jelas kecewa. Akibat tidak beresnya keuangan klub manajemen gagal membentuk tim yang baik. Efeknya jelas Persiba sampai hancur lebur seperti ini. Bayangkan dari 17 pertandingan Persiba cuma mengemas enam poin, raihan yang tentunya sangat rendah,” tegasnya.
Namun, pria yang akrab disapa Gepeng ini memilih untuk menatap ke depan. Ia berharap, saat berlaga di kompetisi Divisi Utama 2015, Persiba dapat membentuk tim yang kompetitif. Ia berharap persiapan Persiba untuk tahun 2015 bisa jauh lebih matang ketimbang musim ini.Bahkan, Anom menuntut agar Persiba langsung kembali ke ISL di musim berikutnya. Terdegradasi secara cepat dari ISL seharusnya membuat manajemen Persiba mulai menyusun rencana untuk musim 2015.”Saya sudah bertemu dengan manajemen dan menyatakan kalau di tahun 2016 Persiba harus kembali ke ISL. Sebab saya merasa jika kompetisi inilah yang menjadi habitat kami,” jelasnya.Saat ditanya soal minimnya dukungan suporter pada musim ini, Anom mengakui jika hal itu sedikit banyak juga mempengaruhi semangat juang Eze dkk. Untuk itu, Anom berjanji Paserbumi bakal meningkatkan dukungan. Ia pun yakin bila Persiba memiliki tim bagus antusiasme warga Bantul menyaksikan laga Laskar Sultan Agung meningkat,
“Paserbumi pasti meningkatkan dukungan di musim depan. Namun, hal itu juga harus distimulus dengan pembentukan tim kompetitif,” jelasnya.Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo juga berharap keadaan Persiba di musim depan bisa berubah. Berlaga di Divisi Utama tentunya membuat biaya operasional lebih irit.Karena itulah dia optimistis di musim depan Persiba bisa membentuk tim bagus untuk kelas Divisi Utama. Ia pun menyatakan waktu sebagai peserta kompetisi kasta kedua bakal dijadikan momentum melakukan pembenahan. (nes)