WONOSARI – Tiga warga negara asing (WNA) asal China berurusan dengan kepolisian Polres Gunungkidul. Penangkapan berawal dari dugaan kasus penjualan hanphone (HP) yang diduga sebagai barang palsu.Informasi yang dihimpun Radar Jogja, ketiga WNA bernama Gong Anmin, Gong Guangju dan Pochgong. Mereka ditangkap di sekitar perempatan Jeruksari, Wonosari, kemarin (12/8) sekitar pukul 13.30 WIB. Polisi sempat kesulitan mengorek keterangan dari ketiga orang asal China itu, karena mereka tidak bisa berbahasa Indonesia.
Dengan menggunakan jasa penerjemah, salah seorang yang diamankan, Gong Guangju mengaku tidak ada niatan menjual handphone. Tujuan datang ke Indonesia adalah untuk berwisata. Dia berdalih terpaksa menjual tiga unit HP masing-masing seharga Rp 1,5 juta, lantaran kehilangan sesuatu barang saat rekreasi.Transaksi sendiri sempat dilakukan dengan salah seorang warga asal Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Namun karena barang tersebut merupakan barang palsu, maka korban langsung mengejar warga asing itu dan meminta uang transaksi dikembalikan.”Kami mendapatkan informasi dari warga, lantas kami langsung melakukan penelusuran. Saat ini, petugas masih memintai keterangan baik korban maupun pelaku di ruang SPK,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain.
Dia menjelaskan, sekarang ketiga WNA masih dalam pemeriksaan. Tidak hanya terkait dugaan kasus ponsel palsu, namun juga melebar ke pemeriksaan alat kelengkapan dokumen perjalanan. “Sementara masih dalam pengembangan. Biasanya, praktik jual beli barang ada kewajiban menyertakan buku panduan dalam Bahasa Indonesia. Semenetara dari sisi korban juga tidak merasa dirugikan, karena uang untuk transaksi sudah dikembalikan,” terangnya.Menurut Faried, tidak menutup kemungkinan penyelesaian masalah akan melibatkan pihak imigrasi. Ini berkaitan dengan urusan masalah kewarganegaraan karena ranahnya kantor imigrasi. “Kita lihat bagaimana dokumen milik ketiga orang itu. Tapi, kalau benar-benar ada unsur pidananya, kami akan mengambil tindakan tergas,” tegasnya. (gun/laz)