Siswa SMA Muhammadiyah 1 Jogja ini sempat shok dengar pernyataan temannya itu. “Aku pikir cewek higienis hanya ada di iklan tv aja. Ternyata temen sekelas aku kayak yang di tv dan beneran ada. Suer… ini super lebai,” katanya sambil masih terkenang saat-saat itu.Bagi Ferdian, menjadi higienis bukan harus menjauhi temen-temen yang kurang higienis. Justru karena dia udah terbiasa dengan budaya sehat yang higienis, malah harusnya memandu teman-teman dan mengajak mereka untuk jadi pribadi yang higienis.
Kejadian serupa juga sempat dialami Selly Anggraini. Siswi SMAN 1 Kalasan ini mendapati teman yang bisa dibilang tingkat higienisnya di atas rata-rata. “Bayangin aja ribetnya. Kemana-mana bawa tisu dan hand antiseptic. Kotor dikit diusap. Ditambah lagi dia alergi ama keringet cowok. Menurutnya, cowok berkeringat pasti kumannya banyak banget. Kalo deket-deket nanti kumannya nempel di badannya khan ogah,” cerita Selly. Punya teman yang higienis memang menyenangkan, tapi juga kadang mengesalkan, kalo berlebihan.Maksud hati ingin tampil sehat, tapi justru dijauhin karena takut kena semprot dirinya yang enggak higienis.
Menurut Ocha GS siswi SMA Pangudi Luhur Jogja, hidup higienis itu ada baiknya. “Budaya higienis itu emang harus dimunculkan. Selain baik untuk kesehatan, kita juga baik untuk kebiasaan. Tapi emang harus lewat proses. Enggak semata-mata langsung jauhin temen gara-gara dirinya enggak higienis. Nanti malah bikin sakit hati,” paparnya. Higienis itu kan diawali dari kebiasaan hidup sehat kita. Nah ada baiknya kita belajar menjadi pribadi higienis dan belajar dengan teman higienismu. Dengan memulainya dari cara yang sederhana yang kerap kita temui. Contoh nih kebiasaaan yang sering di temui di sekolah.Kalo mau makan, ya cuci tangan dulu. Pakai parfum biar wangi dan enggak bau badan. Itu resep dari Jundi Arifin siswa SMAN 5 Jogja. (rin/man)