MAGELANG – Polres Magelang Kota menyiapkan satu satuan setingkat kompi (SSK) untuk mengamankan jalannya sidang perdana kasus dugaan pelemparan bom molotov pada rumah Wartawan Jawa Pos Radar Jogja, Frietqy Suryawan alias Demang, hari ini (14/8). Sidang perdana yang mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Magelang di Jalan Veteran Kota Magelang.Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani mengatakan, pengerahan satu SSK personel Polri itu untuk melakukan pengawalan dan pengamanan proses persidangan. Karena, tidak menutup kemungkinan, jalannya sidang mengundang banyak massa. Sebab, diketahui ketiga tersangka merupakan anggota Organisasi Massa (Ormas) Macan Tidar di Kota Magelang. “Sampai detik ini memang tidak ada permintaan pengamanan, baik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) maupun PN Magelang. Tapi pedoman kami, bila saat sidang banyak massa, tentunya Polri akan melakukan langkah antisipatif,” tegas Esti kemarin (13/8).
Esti meneruskan, petugas yang dilibatkan tersebut, terdiri dari Satuan Dalmas, Polsek Magelang Tengah dan Polres Magelang Kota. Selain mengerahkan pasukan bersenjata lengkap, Polres juga berencana menerjunkan intel berpakaian preman. “Beberapa petugas ada yang disiagakan di sekitar pengadilan dan juga Markas Polres Magelang Kota sendiri. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, mereka sigap melakukan penanganan dan penindakan,” imbuh Esti.Meski penjagaan dan pengamanan akan dilakukan ketat, pihaknya berharap agar proses persidangan berjalan aman, kondusif, dan lancar. “Kami berharap tidak menimbulkan gejolak di Kota Magelang. Supaya masyarakat juga merasa tenang, sehingga kelancaran sangat diharapkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Magelang H. Irwan Effendi SH MH membenarkan, pihaknya akan menyidangkan kasus tersebut hari ini (14/8). Pada sidang nanti, bertindak sebagai majelis hakim adalah dirinya (Irwan Effendi, Red), didampingi dua Hakim Anggota. Yaitu, Delta Tamtama SH MH dan Ernila Widikartikawati SH. Majelis Hakim ini akan menangani berkas perkara tiga tersangka secara terpisah. Yakni berkas Choirun Naim, 38, Warga Kampung Krajan RT2/RW1 Maduretno, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, yang dibuat tersendiri. Satu berkas lagi untuk Heri Utama, 39, warga Sangrahan Legok, RT6/RW 9 Wates, Magelang Utara dan Yordan Setiawan alias Yoyo, Jalan Rama Nomor 33 RT 8/RW 3, Samban, Kelurahan Panjang, Magelang Tengah.”Berkas kasus itu displit (dipisah, Red). Kami akan sidangkan besok (hari Ini, Red). Soal waktunya, tergantung kejaksaan siap jam berapa. Yang jelas, itu adalah sidang pertama dan akan disidangkan awal,” tegasnya.
Saat ditanya soal pasal yang dikenakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut, pria yang pernah menjabat Ketua PN Mandailing Natal (Sumut) tersebut mengaku masih Pasal 187 KUHP tentang pembakaran yang menganggu ketertiban umum, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Kalaupun ada pasal lainnya ya Pasal 55 atau bersama-sama,” katanya.Soal kemungkinan meminta bantuan polisi untuk mengamankan jalannya sidang, Irwan menilai situasional saja.”Kalau banyak massa dan bakal menganggu jalannya persidangan, ya kami akan minta bantuan polisi. Lihat besok saja,” imbuhnya.Kajari Magelang menyatakan menugaskan dua JPU untuk melakukan penuntutan kasus tersebut. Yakni Sandra Liliana Sari dan Aksa Dian Agung.”Keduanya sudah kami minta agar profesional dan jangan takut terhadap tekanan. Mereka akan menggunakan hati nurani. Apalagi alat buktinya jelas dan perbuatan mereka membahayakan nyawa orang,” katanya.(dem/hes)