JOGJA – Mulai tahun ini Pemkot Jogja memberikan kemudahan untuk bantuan bagi korban kebakaran. Melalui Peraturan Wali Kota Jogja Nomor 29 Tahun 2014 dilakukan penyederhanaan dengantidak ada lagi klasifikasi korban kebakaran. Semua warga Kota Jogja yang rumahnya berada di wilayah Kota Jogja, akan mendapatkan bantuan.Kabid Bantuan dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Tri Maryatun menjelaskan, dengan Perwal baru tersebut tidak ada lagi klasifikasi rumah permanen atau semi permanen seperti Perwal sebelumnya. Tetapi semua rumah tinggal yang berada di wilayah administrasi Kota Jogja dan dimiliki warga Kota Jogja, akan mendapatkan bantuan jika mengalami kebakaran. “Selain itu juga tidak terletak di persil negara,” ujarnya.
Menurut dia, untuk bantuan yang diberikan dalam bentuk uang tunai. Untuk menentukan besaran taksiran kerugian, akan dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinsosnakertrans, Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, setelah mendapat laporan dari Kelurahan. “Untuk yang dihitung hanya kerusakan fisik bangunannya saja,” jelasnya.Saat ini, Dinsosnakertrans Kota Jogja sedang memproses tiga permohonan bantuan kebakaran dengan nilai bantuan hingga Rp 27 juta. Tahun lalu, terdapat enam rumah yang mendapat bantuan dengan nilai sekitar Rp 22,45 juta. Diakuinya, untuk tahun ini pencairan bansos agak terhambat, karena waktunya yang berbarengan dengan penyelenggaraan Pemilu.
Sementara itu Kepala BPBD Kota Jogja Agus Winarto mengatakan, rata-rata dalam setahun di Kota Jogja terjadi 30 kasus kebakaran. Mayoritas kasus kebakaran terjadi di rumah tinggal, karena disebabkan karena instalasi listrik, terutama karena kabel yang tidak standar. Selain itu, juga terjadi beberapa kasus karena mobil terbakar atau trafo. Selain rumah tinggal, kebakaran juga sering di kos-kosan karena stop kontak yang dipasang terus-terusan. “Mulai bergeser, kalau dulu penyebabnya karena tabung gas, sekarang paling banyak karena listrik,” terangnya. (pra/laz)