MUNGKID – Tahun ini, Candi Borobudur genap berusia 2 abad sejak ditemukan pada 1814. Untuk memeriahkannya, pengelola candi akan menggelar serangkaian kegiatan. Rangkaian acara telah disiapkan bekerjas ama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan beberapa elemen lain.
Kepala Bagian Humas Protokol PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Marvana Eka Rahmadi mengatakan, tahun ini telah menyiapkan acara dalam beberapa bulan ke depan. Rangkaian kegiatan dibuka seminar bertema Membangun Ketahanan Budaya dan Pariwisata dalam memperkokoh Ketahanan Nasional pada 22 Agustus mendatang. Dalam seminar tersebut, hadir beberapa pembicara yang membahas topik berbeda. “Antara lain, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar , Mantan Menteri Pariwisata RI I Gede Ardhika, dua budayawan yaitu Emha Ainun Najib dan Anhar Gonggong, serta keynote speech Gubernur Lemhanas RI Budi Susilo Soepandji,” jelas Marvana kemarin (14/8).
Tidak ketinggalan, akan dipentaskan Sendratari Mahakarya Borobudur di lahan Aksobya Candi Borobudur pada 23 Agustus. Kegiatan tersebut untuk memperingati usia ke 200 Candi Buddha terbesar di dunia ini. Rangkaian acara juga dimeriahkan beberapa kegiatan hasil kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang. Seperti Borobudur Internasional Art Festival, pameran perangko dan filateli, lomba pelajar tingkat TK sampai SMP, dan kegiatan Borobudur Writer. “Puncaknya, diselenggarakan pemecahan rekor The Most Played Jazz and Broadway Repertoire Song for 300 Repertoire Songs oleh Harry Wisnu. Serta peluncuran perangko dan buku 200 tahun Borobudur. Terakhir, pesta rakyat pada 15 November mendatang,” paparnya.
Kepala Seksi Layanan Konservasi Balai Konservasi Borobudur (BKB) Iskandar M. Siregar menambahkan, memasuki usia yang ke 200 tahun sejak ditemukan, Candi Borobudur tidak lagi mendapatkan catatan dari Unesco. Baik dalam pengelolaan maupun pelestarian candi. Ini sudah berlangsung sejak 2011. “Sejak 2011 sampai sekarang, tidak ada lagi catatan soal Borobudur. Ini artinya, pengelolaan sudah sesuai aturan dari Unesco,” tegas Iskandar.
Dikatakan, pada perayaan 200 tahun penemuan Candi Borobudur yang jatuh tahun ini akan dilaksanakan berbagai kegiatan dalam memaknai kembali candi peninggalan umat Buddha tersebut. “Kami akan mengulas dari sisi arkeologi,” imbuhnya. Sedangkan acara pada Desember mendatang, akan digelar Kampanye Pelestarian Borobudur pada 1 dan 2. Penutup acara, akan digelar Borobudur jazz, pada19 Desember mendatang.(ady/hes)