MUNGKID – Upaya mengantisipasi meluasnya kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Kabupaten Magelang terus dilakukan. Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tempuran mengambil langkah antisipatif pada anak muda dengan memberikan arahan menyebarnya paham ISIS tersebut.
Di hadapan 30 siswa sekolah menengah, pejabat Muspika Tempuran memberikan arahan soal ancaman ISIS bagi generasi muda. Camat Tempuran Darmano menyatakan, pengarahan sosialisasi soal paham ISIS perlu diberikan pada pemuda. Karena, anak muda dinilai masih labil dan mudah terpengaruh terhadap paham dan ajaran baru. “Untuk itu, bersama kepolisian dan TNI, kami bergerak menyikapi berkembangnya ISIS. Anak muda masih mudah terpengaruh,” papar Darmono di hadapan siswa Petugas Paskibraka di Lapangan Desa Tanggulrejo, Kecamatan Tempuran, kemarin (14/8).
Menurut Darmono, selama ini yang sudah terpengaruh dan ikut kelompok ISIS merupakan anak muda yang masih ideologis. Sehingga, mengantisipasi menyebarnya ISIS, pemuda di Kecamatan Tempuran perlu diberikan pemahaman. “Pada sebuah pemberitaan media, ada empat siswa SMK terbukti membawa simbol-simbol kelompok ISIS. Ternyata anak muda ini mengikutinya,” jelasnya.
Selain alasan anak muda jadi sasaran kelompok ISIS, ia juga mengungkapkan di Kecamatan Tempuran ada sekitar 18 pondok pesantren (ponpes) yang berdiri di perkampungan. Dari 18 ponpes, separonya merupakan memiliki santri cukup besar. “Beberapa ponpes tersebut berada di Desa Kalisari, Kalikijing, Demesan, Sumber, Samberan, dan lainnya. Separo dari 18 ponpes merupakan ponpes yang memiliki satri dalam jumlah besar,” katanya.
Komandan Koramil Tempuran (Danramil) Kapten (Inv) Panggih menambahkan, Kecamatan Tempuran merupakan salah satu wilayah yang masuk pada peta potensi penyebaran kelompok ISIS. Untuk itu, sebelum sosialisasi ke generasi muda, pihaknya juga memberikan arahan terkait kelompok ISIS dengan paguyuban kepala desa di Kecamatan Tempuran. Selain itu, juga perlu diberikan pemahaman ISIS pada karyawan-karyawan pabrik. Mengingat Tempuran merupakan kawasan industri. “Memang belum ada yang terdeteksi menyebarnya kelompok ISIS di Kecamatan Tempuran. Namun Kecamatan Tempuran masuk peta yang berpotensi menyebarya ISIS bersama daerah lain. Seperti Kecamatan Muntilan, Grabag, Secang, dan Salaman. Besar kemungkinan ini dipetakan dari banyaknya pondok pesantren,” katanya.
Kapolsek Tempuran AKP Purwanto menjelaskan, pada diri anak muda perlu ditanamkan pemahaman anti-ISIS. Karena, dasar hukum mendukung kelompok yang muncul dari Timur Tengah tersebut tidak ada. Selain itu, tidak sesuai sunah dan hadis. “Kompak bersama TNI, Polri menolak hadirnya ISI di Indonesia,” kata Kapolsek.
Menurutnya, selain anak muda, yang menjadi sasaran penyebaran kelompok ISIS, sebagaian masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah juga ikut disasar. Mereka banyak yang labil dan mudah direkrut. “Orang-orang seperti itu, terkadang di masyarakat terlihat biasa saja. Tapi, justru diketahui terlibat aksi teror. Intinya, kami menolak adanya ISIS,” tegasnya.(ady/hes)