JOGJA – Pada 2016 mendatang semua rukun warga (RW) di Kota Jogja ditargetkan sudah memiliki bak sampah sendiri. Dengan adanya bank sampah di tingkat RW, diharapkan pengelolaan sampah bisa dilakukan di tiap RW dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Piyungan, Bantul.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja Irfan Susilo mengatakan hingga saat ini di Kota Jogja sudah terdapat sekitar 300 unit bank sampah, meningkat dari awal tahun yang tercatat 258 unit bank sampah. “Jika setiap kelurahan terdapat bank sampah yang dapat mengelola sampah sendiri, perkiraannya volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan bisa berkurang hingga 25 persen,” ujar Irfan di sela syawalan dengan fasilitator pengelola sampah se-Kota Jogja, kemarin (14/8).
Menurut dia, saat ini dalam sehari rata-rata volume sampah di Kota Jogja mencapai 280 ton. Untuk itu, lanjut Irfan, dengan adanya bank sampah di tiap RW, nantinya bisa mengelola sendiri sampah yang ada di lingkungannya. Karena itu, fasilitator di tiap wilayah diminta bisa mensosialisasikan ke masyarakat untuk bisa memisahkan sampah organik dan nonorganik. Untuk sampah nonorganik, bisa dikelola menjadi kerajinan. “Harapanya nanti tiap SKPD di Pemkot Jogja untuk souvenirnya bisa pesan cinderamata dari hasil daur ulang sampah,” ujarnya.
Sementara untuk pengolahan sampah organis, saat ini BLH Kota Jogja masih melakukan komunikasi dengan UGM, untuk pengolahan sampah organik menjadi biogas. BLH Kota Jogja sendiri saat ini tengah membangun gedung depo sampah di wilayah Nitikan, Jogja. Pihaknya menargetkan paling tidak akhir tahun ini sudah bisa berjalan. Menurut dia, dengan pembuatan biogas sendiri, sisanya juga bisa dibuat menjadi pupuk kompos. “Kalau selama ini ujicoba hasilnya bagus, nantinya semua akan diarahkan ke biogas,” ujarnya. Tiap kelompok bank sampah nantinya dipersilakan mengelola biogas untuk kebutuhan rumah tangga. Diakuinya, saat ini dibandingkan samaph nonorganik, untuk sampah organik masih mendominasi volume sampah di Kota jogja.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun menambahkan, saat ini kondisi TPA Piyungan sudah over capacity, sehingga tidak mampu lagi menampung sampah yang dikirim ke sana. Untuk itu, dirinya mendukung setiap upaya pengelolaan sampah sendiri di tiap RW. “Sampah bisa dikelola sendiri di wilayah masing-masing, sehingga bisa mengurangi beban di TPA Piyungan,” paparnya. (pra/laz)