JOGJA – Bank Permata Tbk mengalami peningkatan laba operasional dalam periode semester pertama sebesar Rp 1,34 triliun atau meningkat 13 persen. Itu jika dilihat dari periode sebelumnya pada tahun yang sama sebesar Rp 1,19 triliun. Laba bersih Permata Bank setelah pajak mencapai Rp 800 miliar. “Total pendapatan operasional Permata Bank mencapai Rp 3,5 triliun atau 10 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun,” terang Head Corporate Affairs Leila Djafar pada kegiatan Permata Journalist Workshop di Hotel Tentrem Jogjakarta, Kamis (14/8).
Leila mengatakan pendapatan bunga bersih tumbuh lima persen year on year (yoy) menjadi Rp 2,7 triliun ditopang oleh pertumbuhan kredit meskipun di offset dengan penurunan margin. Sementara pendapatan berbasis biaya naik 30 persen yoy menjadi Rp 806 miliar didukung kinerja yang lebih kuat di Bancassurance dan trade finance serta pengakuan pendapatan dari penyertaan modal di PT Astra Sedaya Finance.
Sementara untuk kredit termasuk pembiayaan syariah, Leila menjelaskan, mengalami pertumbuhan 19 persen menjadi Rp 127 triliun pada akhir Juni. Pertumbuhan kredit didorong oleh pertumbuhan dalam sektor UKM dan local middle market corporate melalui bisnis trade finance dan produk-produk pinjaman bank. “Dibandingkan akhir Desember tahun lalu, kredit tumbuh tujuh persen yang mencerminkan kondisi likuiditas yang ketat,” jelasnya.
Sedangkan untuk total aset mengalami peningkatan mencapai Rp 177 triliun. Sedangkan tahun sebelumnya aset sebesar Rp 144 triliun. Di tengah kondisi suku bunga tinggi, Permata Bank berhasil mengelola likuiditasnya dengan baik. “Hal ini tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar Rp 19 persen menjadi Rp 138 trilun, sehingga loan to deposit ratio (LDR) menjadi 91,5 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan Permata Bank Sandeep Jain mengatakan selama semester pertama 2014 telah memberikan kinerja operasional yang baik dan mempertahankan neraca yang kuat, meski adanya tantangan likuiditas ketat dan suku bunga tinggi. “Kami terus memonitor perkembangan makro ekonomi dan menyelaraskan strategi agar dapat menghasilkan pertumbuhan jangka panjang,” jelasnya. (bhn/ila)