WONOSARI – Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran strategis bagi pembentukan karakter anak bangsa. Terutama saat menyongsong program Indonesia Emas. “Tiga puluh satu tahun mendatang, anak-anak yang sekarang masih duduk di bangku SMA, SMK dan madrasah aliyah akan menjadi pemimpin negeri ini. Karena itu pembentukan karakter bagi mereka menjadi penting. Di sinilah diperlukan peranan gerakan Pramuka,” ungkap Wakil Gubernur DIJ Paku Alam IX saat puncak peringatan Hari Pramuka ke-53 Tingkat Provinsi DIJ di Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul, kemarin (14/8).
Diingatkan, bila pembangunan karakter generasi muda tak diperhatikan, maka hingga 2045 masih banyak korupsi dan dekadensi moral terjadi. “Gerakan Pramuka merupakan salah satu media untuk pembentukan karakter anak-anak bangsa tercinta ini,” lanjut Wagub yang datang mewakili Gubernur DIJ Hamengku Buwono X.
Terkait itu, lanjut Wagub, UU No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka telah merumuskan tujuan membentuk sikap Pramuka. Yakni agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, dan taat hukum. Juga disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga NKRI. Lalu mengamalkan Pancasila dan melestarikan lingkungan hidup.
“Mengingat strategisnya gerakan Pramuka dalam penyiapan, dan pembentukan karakter calon pemimpin bangsa Indonesia, maka melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diputuskan pendidikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah,” imbuhnya.
Namun demikian, implementasi dari keputusan itu masih harus dikoordinasikan dan disiapkan bersam gerakan Pramuka dan jajaran dinas pendidikan dan pemuda baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. “Gerakan ini juga perlu dukungan semua pihak termasuk pemerintah daerah, orang tua siswa, dan masyarakat pada umumnya,” katanya.
Dalam puncak peringatan Hari Pramuka itu juga ditampilkan berbagai atraksi anggota Pramuka seperti merangkai draghbar, dan pendirian tenda. Juga ada atraksi pembuatan menara segi tiga, panjat halang rintang dan merayap serta jatilan kreasi baru diperankan oleh anggota siaga Gerakan Pramuka di Kabupaten Gunungkidul dengan waktu hanya delapan menit.
Salah satu atraksi yang mengundang perhatian serius Wagub adalah pengendang perempuan kecil yang lihai memainkan suara kendang mengiringi joget jatilan tersebut. “Penampilan pengendang perempuan jarang kita lihat,” ucap Wagub didampingi Bupati Gunungkidul Badingah. (kus/laz)