HAMPIR setiap hari, Akademi Militer (Akmi) selalu kedatangan tamu. Sebagai ‘kawah candradimuka’ bagi calon pemimpin Indonesia ini, tentu banyak yang ingin melihat aktivitasnya. Sebagian lagi merasakan seperti apa pelatihan yang diberikan.
Sebanyak 35 orang yang merupakan utusan khusus presiden RI mengikuti Pelatihan Pencerah Nusantara di Akmil. Pelatihan tersebut berbeda dengan pelatihan yang selama ini diberikan. Selain anggotanya merupakan utusan khusus, pelatihan tersebut dibuat lebih komplit.
Rencananya, pelatihan tersebut dilaksanakan selama lima hari, mulai 13 -17 Agustus 2014. Para utusan khusus presiden RI tersebut didampingi Koordinator Pengembangan Program Utusan Khusus Presiden RI Asnoer Laagu ST dan empat pendamping lainnya. Sebelum melaksanakan rangkaian kegiatan pelatihan, mereka mengawali dengan upacara pembukaan yang digelar di GOR Soedarto Akmil dengan Inspektur Upacara Direktur Pembinaan Lembaga (Dirbinlem) Akmil Kolonel Czi Mochamad Effendi SE.
Dalam sambutan, Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi yang dibacakan Dirbinlem menyatakan pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan beberapa hari di Akmil akan diisi berbagaikegiatanpembinaan. Baik fisik maupun nonfisik.
Hal tersebut guna menempa dan menggembleng mental dan fisik peserta pelatihan sebagai bagian dari upaya pembekalan SDM yang tidak saja profesional di bidangnya. Tetapi juga mempunyai nilai tambah, sehingga mampu untuk melaksanakan tugas mulia di berbagai pelosok tanah air. “Khususnya daerah-daerah perbatasan, terisolir, dan pulau terdepan nantinya,” tegas Effendi Rabu (13/8).
Selama pelatihan ini, para peserta akan diberi materi pelajaran baik teori maupun praktik di lapangan. Antara lain, pembentukan karakter, psikologi kepemimpinan, pembentukan sikap, wawasan kebangsaan, outbond, caraka malam, dan lainnya. kesemuanya itu akan bermanfaat dalam membentuk mental, kepemimpinan, ketahanan fisik.”Serta rasa nasionalisme yang tinggi dalam mendukung keberhasilan tugas dan misi yang akan diemban di medan tugas sebenarnya,” katanya.
Melihat latar belakang pendidikan para peserta Pelatihan Pencerah Nusantara adalah kesehatan, dengan tekad kuat dan komitmen, para peserta yakin mampu menerima muatan materi pembekalan, meski waktu penyelenggaraan pelatihan sangat terbatas. Kesempatan mengikuti program Pelatihan Pencerah Nusantara merupakan peluang yang jarang terjadi. Karena itu, peserta pelatihan harus memiliki rasa bangga, semangat, dan motivasi yang tinggi mengikuti program pelatihan dengan penuh rasa tanggung jawab. “Agar menghasilkan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan yang handal dan militan dalam menyelesaikan setiap tugas,” tegasnya.(*/hes)