BANTUL – Menjamurnya tambak udang ilegal di sepanjang pantai selatan dinilai memiliki dampak buruk yang cukup berbahaya. Selain berpotensi merusak area konservasi gumuk pasir, ratusan tambak udang yang berada di kawasan pantai Parangtritis hingga pantai baru Pandansimo juga dapat merusak bidang pertanian.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengakui keberadaan tambak udang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Bahkan lebih menjanjikan daripada bidang pertanian. “Tetapi ada dampak negatifnya,” terang Dwi saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (14/8).
Tak hanya area konservasi gumuk pasir dan bidang pertanian, dunia pariwisata pun ikut merugi menyusul banyaknya tambak udang ilegal ini. Maklum, tanaman cemara udang di sekitar objek pariwisata pantai Kuwaru maupun pantai Goa Cemara banyak yang ditebang untuk pembangunan tambak udang.Dwi menyayangkan penebangan puluhan atau bahkan ratusan pohon cemara. Sebab keberadaan pohon yang berusia belasan tahun ini dapat berfungsi sebagai barrier. “Angin di pantai selatan kan cukup kencang. Kalau ada pepohonannya tanaman milik petani juga aman. Kemudian abrasi pasti akan terjadi lagi kalau tak ada pohonnya,” keluhnya.Dwi juga berpendapat lambat laun keberadaan area gumuk pasir juga bakal terancam. Saat ini gumuk pasir memiliki ketinggian 10 meter hingga 20 meter. Tak menutup kemungkinan ketinggiannya akan sama dengan daratan.
Padahal selain sebagai warisan berharga, area konservasi gumuk pasir juga dapat menjadi penahan air ketika terjadi gelombang tsunami di kawasan pantai selatan. “Barrier paling mahal ya alam. Ketika alamnya sudah rusak, manusianya yang paling bertanggungjawab,” tegasnya.Karena itu, Dwi mengajak seluruh elemen masyarakat turut menjaga kelestarian alam di kawasan pantai selatan. Itu karena rusaknya alam sangat berpotensi pada terjadinya bencana. “Kalau sesuai tata ruang sih tak masalah. Tetapi (tambak) yang ada apa sudah memenuhi itu?,” ucapnya setengah bertanya.Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bambang Legowo mengakui penebangan pepohonan cemara udang dapat mengganggu sektor pariwisata. Para wisatawan tak dapat menikmati keindahan alam menyusul rusaknya pepohonan cemara udang. (zam/ila)