JOGJA – Tahun ini, Fakultas Kedokteran Hewan UGM menerima 14 mahasiswa Malaysia dan lima mahasiswa Timor Leste. Mereka lolos seleksi sebagai mahasiswa baru bersamaan dengan 200 orang lainnya. “Meningkatnya jumlah mahasiswa asing karena UGM membuka Program Studi Internasional Kedokteran Hewan,” kata Dekan FKH Joko Prastowo kemarin.Merangsang warga asing lebih banyak belajar di UGM, Fakultas Kedokteran Hewan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Fasilitasnya pun diperbaiki sehingga bisa mendapatkan akreditasi dari Asean University Network.
Dengan perbaikan layanan mutu akademik tersebut mahasiswa calon dokter hewan asal luar negeri mendapat keterampilan yang unggul. “Saat mereka lulus bisa mandiri dan bisa membuka praktik di negara asalnya,” kata Joko.Menurut dia, tantangan dokter hewan tidak akan lebih mudah. Apalagi akan diberlakukannya Asean Community pada 2015. Para lulusan dokter hewan diharuskan bisa berkompetisi dengan dokter hewan dari negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Dokter hewan dituntut bisa memberantas penyakit hewan yang saat ini berisiko bisa menular ke manusia. “Sekitar 70 persen penyakit yang diderita manusia berasal dari hewan,” paparnya.
Menyambut Dies Ke-68 FKH UGM, dilepas 68 ekor burung. Pelepasan sebagai tanda UGM memiliki komitmen menjaga dan memelihara hewan seperti burung. Selain itu, pada September mendatang panitia mengadakan kontes kuda cantik. Pertunjukan kuda pacu ini melibatkan anggota Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesi (Pordasi) cabang DIJ dan Jawa Tengah. “Ada ratusan kuda dari jenis kuda poni G, KPI dan kuda sandel yang akan memeriahkan perlombaan tersebut,” kata Ketua Panitia Dies FKH UGM Tri Untari. (mar/iwa)