JOGJA– Ratusan orang di Jogja mengikuti fun bike bertema “Bike to remember menolak kedaluwarsa kasus Udin” kemarin (15/8). Kegiatan itu merupakan kepedulian masyarakat untuk menolak kedaluwarsa atas terbunuhnya wartawan Fuad Muhammad Syafrudin 18 tahun lalu itu.
Koordinator acara Kelly Mayasari mengatakan, gowes ini bukan hanya memperingati kematian wartawan Udin. Namun, mereka juga menolak kedaluwarsa kasus tersebut. Dengan acara ini, mereka berharap pihak berwenang mampu menuntaskan kasus ini. “Masyarakat tahu kasus Udin sudah 18 tahun berjalan dan bulan Agustus ini masuk ke waktu kedaluwarsa. Harus ada penyelesaian kasus, jangan sampai menguap begitu saja,” kata Kelly di sela-sela acara ini.
Dalam kegiatan ini, seratusan orang ikut sebagai peserta. Mulai dari seniman, pegiat sepeda, pelajar, mahasiswa dan tentu para jurnalis. Kelly menambahkan, kasus Udin sudah 18 tahun berlalu. Kepolisian sendiri tidak ada kepastian penyelidikan. Kondisi itu menunjukkan bahwa penegak hukum telah cacat. Dengan melihat situasi ini, setidaknya menjadi pembelajaran masyarakat karena tidak tegasnya aparat penegak hukum. “Kalaupun kasus Udin akan ditutup, semoga peristiwa seperti yang dialami wartawan ini menjadi yang terakhir. Jangan sampai ada lagi,” imbuh penuh harap. (fid/laz)