PURWOREJO – Seperti halnya yang terjadi di DPRD Kulonprogo, rapat paripurna di Purworejo juga ditemui ketidakhadiran pejabat. Anggota dewan lama yang terpilih kembali, banyak yang telat hadir. Rapat paripurna (rapur) di gedung DPRD Purworejo diwarnai pemandangan kursi kosong (15/8). Rapat tersebut dengan agenda mendengarkan pidato presiden menjelang HUT Kemerdekaan RI.
Fenomena bangku kosong itu didominasi kursi kepala satuan kerja (satker) dari eksekutif. Kursi yang disediakan Sekretariat DPRD banyak yang kosong. Rapat paripurna dipimpin Plt Ketua DPRD Luhur Pambudi Mulyono. Bupati Purworejo H. Mahsun Zain, Wakil Bupati Suhar, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Arry Sundoro, Kapolres AKBP Roma Hutajulu hadir dalam rapat tersebut.
Sejumlah kursi anggota DPRD yang baru saja dilantik beberapa kosong tidak berpenghuni. Pada saat pidato presiden dimulai, dari 45 anggota DPRD, sebanyak 34 orang sudah menandatangani daftar hadir. Banyak yang hadir tidak tepat waktu. Sebagian besar legislator yang telat justru anggota DPRD incumbent (petahana) yang terpilih kembali.
Sekretaris DPRD Widyo Prayitno tidak tahu alasan ketidakhadiran sejumlah kepala satker. Namun dia mengaku sudah mengirimkan undangan sehari sebelumnya. Diduga para kepala Satker tersebut belum sempat membaca undangan tersebut. “Undangan kami kirimkan melalui jaringan intranet Pemkab Purworejo. Katanya sekarang biar lebih cepat diminta memanfaatkan intranet. Mungkin tidak dibuka sehingga tidak tahu kalau ada undangan rapat paripurna,” terangnya. Ketua PC PMII Lukman Hakim menilai, tindakan tersebut merupakan potret buruk yang harus dikritisi. Meskipun sifatnya hanya seremonial, semestinya tradisi kenegaraan tersebut harus dihormati. (tom/iwa)