BANTUL – Klonthong raksasa yang dihadirkan sebagai maskot Bantul Ekspo (BE) 2014 masuk dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Klonthong dengan berat satu kwintal dan berdiameter satu meter tersebut, dinyatakan sebagai klonthong terbesar di Indonesia, bahkan dunia.Ketua Panitia BE 2014 Heni Purwanto mengatakan, dengan klonthong raksasa tersebut, Muri memberikan tiga penghargaan sekaligus. Yaitu untuk Bupati Bantul Sri Surya Widati sebagai pemrakarsa, untuk panitia BE 2014 selaku penyelenggara, dan untuk pembuat klonthong bernama Suadmaji.
“Klonthong raksasa ini tercatat di Muri dengan nomor 6582,” kata Heni di sela-sela pembukaan BE 2014 di kompleks Pasar Seni Gabusan (PSG), kemarin (15/8).Dengan terciptanya rekor Muri ini diharapkan mampu mendorong kreativitas para perajin. Sebab, Kabupaten Bantul merupakan gudangnya perajin. Sekadar diketahui, pada BE 2014 kali ini, panitia menyediakan 253 stand. Dari jumlah itu, yang terisi 233 stand. Mayoritas pengisi stand-stand tersebut pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Ada sekitar 60 persen diisi UMKM. Lainnya diisi instansi pemerintahan dan stand otomotif,” jelasnya.Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini panitia menggelar BE lebih lama. Jika tahun lalu hanya digelar seminggu, kali ini selama 11 hari. Harapannya, tingkat transaksi mencapai target Rp 16,5 miliar. “Dulu selama seminggu, sekarang menjadi 11 hari,” tandasnya. Tahun lalu, transaksi di BE di angka Rp 10 miliar. Bupati Bantul Sri Surya Widati mengatakan, tema BE 2014 adalah penguatan produk lokal untuk kemandirian. Tema ini sengaja diusung untuk mendorong pengembangan industri kecil dan penguatan ekonomi lokal.
“Harapannya transaksi pada Bantul Ekspo kali ini lebih banyak, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.Di tempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIJ Didik Purwadi yang mewakili Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X mengakui bahwa Kabupaten Bantul memiliki segudang potensi, khususnya seni, budaya dan produk-produk khas. “Kekayaan potensi ini harus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami yakin, kalau dikemas dengan baik, akan mendorong investor masuk,” tuturnya. (zam/jko)