SLEMAN – Pertamina Region IV Jawa Tengah-DIJ mencatat realisasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama arus mudik dan balik Lebaran 2014 hingga pertengahan Juli-Agustus ini mengalami peningkatan mencapai 33 persen. Rata-rata konsumsi BBM untuk premium selama lebaran perhari mencapai 13.281 kiloliter (KL).General Manager Marketing Operation Regional IV Pertamina Subagjo Hari Moeljanto memaparkan rata-rata konsumsi harian normal sebesar 10.014 KL per hari. Peningkatan arus lalu lintas, libur cuti yang lebih panjang, serta tidak optimalnya Jembatan Comal di Pemalang menjadi faktor meningkatnya konsumsi BBM.
“Realisasi konsumsi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar 12.540 KL per hari. Atau mengalami peningkatan sebesar 27 persen dari rata-rata harian normal di tahun 2013 sebesar 9.899 KL per hari,” jelas Subagjo kepada wartawan Jumat (15/8).Subagjo menerangkan peningkatan konsumsi BBM bersubsidi juga dibarengi dengan peningkatan konsumsi BBM Nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Plus, maupun Pertamina Dex. Pertamax mengalami peningkatan 74 persen dari rata-rata normal sebesar 162 KL per hari menjadi 283 KL per hari. Sedangkan untuk Pertamax Plus dan Pertamina Dex mengalami peningkatan masing-masing 16 persen dari rata-rata harian normal.
“Dari yang sebelumnya 12 KL per hari menjadi 14 KL per hari untuk Pertamax Plus dan 11 KL per hari menjadi 13 KL per hari untuk Pertamina Dex,” sambungnya.Sedangkan untuk solar bersubsidi, selama lebaran kemarin rata-rata pemakaian mencapai 4.740 KL per hari atau 88 persen dari rata-rata harian normal 5.360 KL per hari. Realisasi penyaluran solar tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode arus mudik dan arus balik 2013 yang mencapai 4.349 KL per hari atau 83 persen rata-rata harian normal 5.253 KL.Subagjo mengungkapkan awalnya pertamina memprediksikan konsumsi premium dan solar pada masa lebaran pada H-10 hingga H+10 di wilayah Jawa Tengah dan DIJ masing-masing naik 40 persen dan lima persen. Naiknya konsumsi premium sejalan dengan pertumbuhan mudik dan arus balik lebaran.
“Untuk turunnya konsumsi solar dikarenakan tidak beroperasinya truk-truk besar konsumen solar pada masa mudik dan arus balik,” kata SubagjoSedangkan untuk konsumsi elpiji, jelas Subagjo, realisasi konsumsi elpiji ukuran 3 kilogram mengalami peningkatan pada masa H-10 dan H+10 hari raya lebaran. Rata-rata konsumsi elpiji 3 kilogram bersubsidi sebesar 2.830 MT mengalami peningkatan konsumsi sebesar 12 persen dari rata-rata harian normal sebesar 2.527 MT. Sedangkan untuk LPG 12kg non subsidi meningkat 98 persen dari rata-rata harian normal sebesar 366 MT. “Pertamina sangat mengapresiasi dukungan dan koordinasi dari seluruh pihak dalam penyaluran BBM maupun elpiji selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2014 atau H-10 dan H+10 di wilayah Jawa Tengah dan DIJ,” jelasnya. (bhn/ila)