JOGJA – Banyak cara dilakukan untuk mengenal budaya dan belajar bahasa negara lain. Salah satunya lewat summer camp. Tak hanya bisa belajar dan mengenal langsung, tapi bisa menjadi petualangan menarik yang menambah pengalaman dalam hidup.Di pertengahan tahun ini, Chinese Overseas Affairs kembali mengundang warga keturuan Tionghoa dari beberapa negara untuk mengikuti kegiatan Root Seeking Chinese-Youth Summer Camp 2014. Dari beberapa negara yang diundang, Indonesia salah satunya. Peserta dari Indonesia berasal dari Makassar, Surabaya dan Jogjakarta. Peserta dari Jogjakarta yang sebagian besar beragam muslim didukungsepenuhnya oleh PITI (Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia) Cabang Jogjakarta.
Tour Leader Youth Summer Camp 2014 Qiaoni mengatakan kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 30 negara dari seluruh dunia dan dilaksanakan di berbagai wilayah di Provinsi Guangdong, Tiongkok. “Di awal kegiatan semua peserta mengikuti kegiatan bersama di Zhongshan selama tiga hari,” ujarnya.Dirinya mengatakan rombongan peserta Indonesia bersama rombongan dari Prancis melanjutkan kegiatan di Guangzhou, Provinsi Guangdong selama sepuluh hari. Tepatnya bertempat di Huanan Normal University.Selama kegiatan Youth Summer Camp 2014, para peserta banyak mendapat pengalaman. Mereka dapat bertemu langsung dengan mahasiswa lokal, belajar bahasa Tionghoa secara langsung mengenal kebudayaan Tionghoa. Seperti tari tradisional, membuat simpul Tiongkok, menulis kaligrafi, wushu, melukis topeng opera Beijing, menyanyikan lagu Mandarin dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Guangdong.
Sejarah masa lalu juga peserta temui dengan mengunjungi museum Chinese Overseas, Chen Clan Academy, Zhan’s Garden, Dr Sun Yat Sen Memorial House, Dr Sun Yat Sen Middle School, dan sebagainya. “Bertepatan dengan Idul Fitri, peserta juga melaksanakan Slaat Ied yang dilanjutkan dengan open house di Wisma Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou,” ujar Dosen Bahasa Mandarin di UMY ini.Tak berhenti di situ, perjalanan berlanjut ke Huanan Normal University untuk melanjutkan kegiatan belajar. Peserta mendapat pengetahuan dan wawasan baru akan kebudayaan serta kebiasaan-kebiasaan warga Tionghoa di RRT. Peserta juga berkesempatan menyaksikan pembangunan kota dan kemajuan alat transportasi di negara itu. “Para peserta dan saya sendiri bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Berharap bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini lagi, membagikan wawasan yang telah didapat kepada yang lain,” ujar Qiaoni. (dya/ila)