BLITAR – PSIM Jogja lagi-lagi membuang kesempatan meraih kemenangan tandang dalam lanjutan Divisi Utama 2014 kontra PSBK Blitar di Stadion Gelora Supriyadi kemarin (15/8). Sempat unggul lebih dulu, PSIM lagi-lagi hanya membawa satu angka ke Kota Jogja.Sama seperti pada laga tandang kontra Persinga Ngawi, Madiun Putra FC (MPFC) dan PSBI Blitar, dalam laga kontra PSBI PSIM juga unggul lebih dulu. Pada menit ke-17 Laskar Mataram berhasil membuka keunggulan 1-0 lewat gol Tony Yuliandri. Tony sukses menyongsong umpan matang yang dilepaskan Tri Handoko.
Sayangnya penyakit lama PSIM saat berlaga di kandang lawan kembali kambuh. Dalam posisi unggul PSIM justru panik. Kesempatan ini dimanfaatkan anak-anak PSBK melancarkan serangan-serangan berbahaya ke gawang Ony Kurniawan.Gol untuk Laskar PETA pun lahir pada injury time babak pertama. Penyerang andalan PSBK Tchor Tchor Affi Valentine memanfaatkan kelengahan barisan belakang PSIM guna menyamakan kedudukan 1-1.Memasuki babak kedua, kedua tim sama-sama terlihat mengejar kemenangan. Sayangnya sampai pertandingan berakhir, kedudukan 1-1 tetap bertahan. PSIM pun semakin menahbiskan status sebagai klub spesialis seri di kandang lawan.
Usai pertandingan, Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara menyesalkan mental tim besutannya yang sering goyah saat sudah unggul. Menurutnya jika nantinya PSIM lolos ke babak 16 besar, kelemahan ini jelas harus dibenahi secara menyeluruh. “Seringkali kami sudah unggul tapi terus goyah. Akhirnya ya jadi seperti ini. Kemenangan di kandang lawan melayang lagi,” jelas Seto.Kegagalan menang di Blitar juga membuat PSIM tidak mampu meraup satu kemenangan pun dalam lawatan ke luar Jogja. Ya laga lawan PSBK kemarin merupakan tandang terakhir di babak penyisihan musim ini. Padahal di musim lalu PSIM mampu meraup satu kemenangan tandang saat membantai PPSM Sakti Magelang 4-1 di Stadion Madya, Sanden.
Meskipun gagal menang Seto mensyukuri hasil ini. Raihan dua angka di Blitar membuat PSIM hampir pasti lolos dari degradasi. Terlebih lagi dua laga terakhir PSIM kontra PSS Sleman dan Persinga Ngawi seluruhnya dilaksanakan di kandang sendiri. Tambahan satu angka kemarin, sudah membuat Laskar Mataram tetap berlaga di Divisi Utama musim depan.Namun jika ingin lolos, PSIM tentunya wajib menyapu bersih dua laga terakhir. Yang terdekat, PSIM bakal menghadapi PSS Sleman Slasa (19/8) mendatang. “Karena PSS adalah pesaing kami dan PSBI sepertinya sudah nyaman dengan raihan 18 poin, tentu laga lawan PSS harus dimenangkan jika ingin lolos. Saat ini kami masih berada di posisi empat dengan poin 14 tapi masih menyisakan dua laga kandang,” tambahnya.
Sayangnya PSIM benar-benar kelimpungan mencari tempat untuk menjamu PSS. Stadion Sultan Agung (SSA) jelas sudah tidak mungkin dipakai karena pihak keamanan maupun pengelola stadion menolak pertandingan ini. Memakai Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) nampaknya juga nyaris tertutup karena lapangan tersebut rencananya digunakan untuk sebuah acara Serah Terima Jabatan (Sertijab).”Alternatif lain menggunakan Maguwoharjo (International Stadium). Tetapi Polres Sleman kelihatannya ogah memberi izin. Satu-satunya jalan kami harus bisa melobi BPO agar mengizinkan kami menggunakan Mandala Krida dengan atau tanpa penonton,” kata Sekretaris Panpel PSIM Farid Darmawan. (nes/din)