MAGELANG – Sebanyak 25 dosen dan tenaga kependidikan baru di Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mengikuti Baitul Arqom (BA) selama dua hari, 13 – 14 Agustus lalu. Acara yang diadakan di Bapelkes Salaman tersebut mengambil tema “Membangun Etos Kerja Berbasis Nilai-Nilai Islam dan Kemuhammadiyahan. ”
Ke-25 peserta merupakan dosen dan tenaga kependidikan yang baru direkrut UM Magelang serta dosen atau tenaga kependidikan yang belum mengikuti kegiatan BA sebelumnya. “BA merupakan kegiatan yang wajib diikuti seluruh pegawai di UM Magelang,” tegas Ketua acara Baitul Arqom M. Zuhron Arofi kemarin (15/8).
Pria yang juga ketua Panwaslu Kota Magelang ini mengemukakan, BA perlu diberikan bagi pegawai UM Magelang. Tujuannya, untuk menanamkan dan memberi pemahaman nilai-nilai kemuhammadiyahan dan sebagai upaya mencetak kader persyarikatan yang berfungsi sebagai pelopor dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. “Kegiatan BA diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi gerakan Muhammadiyah. Secara khusus akan bisa membangun etos kerja Islam dalam mengelola Perguruan Tinggi Muhammadiyah atau PTM,” tegasnya.
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber. Antara lain soal visi PTM, paham agama menurut Muhammadiyah, akhlak dan etos kerja Islami, serta prinsip ibadah dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo membuka acara tersebut. Ia juga memberikan materi soal visi PTM. Adapun metode yang diterapkan pada peserta adalah ceramah dialogis, pembelajaran pertisipatoris, kajian ayat, hafalan Alquran, praktik ibadah, dan games. (dem/hes)