KEDUANYA mengaku tak menyangka bisa meraih prestasi ini. Pasalnya, baru satu bulan menjadi pasangan dansa, mereka telah merebut juara di kejuaraan dansa nasional, 14th Semarang Dance Open 2014.Bulan Februari 2014 lalu, Amel, sapaan akrab Josephine Amelia Tiffany, dipertemukan dengan pasangan dansa Manda Louis Fertanto. Meski sebelumnya sudah saling mengenal, Louis, sapaan Manda Louis Fertanto, yang baru saja mulai mendalami dansa tak canggung berpasangan dengan Amel yang notabene sudah menguasai dansa terlebih dahulu.
“Tantangan sekaligus motivasi, semua juga dukung jadi semakin semangat berlatih,” ujarnya yang semasa kecil sempat belajar dasar-dasar dansa.Selama proses berlatih, keduanya merasa semakin tertarik untuk lebih mengeksplorasi diri pada dansa Latin. Di Bailamos Dance School keduanya mengeksplorasi diri. Karena dansa Latin bagi keduanya bukan lagi sekadar olahraga, namun menjadi ruang ekspresi dan pemacu semangat.Begitu nyaman secara pribadi, keduanya sepakat untuk menjadi pasangan dansa. Tidak mudah menyatukan dua pribadi yang beda. Dengan usia yang masih muda, keduanya harus membangun chemistry, menyatukan soul dan saling support.
Menjadi tim memang tidak mudah. Apalagi dalam dansa dimana tidak hanya gerakan, namun juga harus menyelaraskannya dengan irama musik serta detail agar setiap gerakan terlihat hidup. “Ya memang tidak selalu mulus, kadang aku atau Amel lagi tidak mood. Jadi kita sama-sama menyemangati,” ujar Louis yang rutin berlatih dua kali seminggu dengan durasi latihan tiga hingga lima jam.Setelah kejuaraan nasional di Semarang, keduanya mengikuti kejuaraan tingkat internasional, 6th Safiel Dancesport Championship. Belum genap enam bulan menjadi tim, diikutsertakan dalam kejuaraan tingkat internasional dan berhasil meraih juara. Keduanya mengaku kaget sekaligus bangga sebab dalam kejuaraan tersebut keduanya berhasil meraih dua gelar juara, juara 1 kategori beginner untuk Cha-Cha dan juara 2 kategori beginner untuk Jive.
“Tidak menyangka, karena dari negara lain semua bagus-bagus dan punya pengalaman yang jauh diatas kita, sempat grogi namun kita berupaya tampil yang terbaik,” timpal Amel.Kedepan, pasangan rangking empat di Kejurnas Syllabus 2014 ini tak ingin muluk-muluk untuk meraih juara. Namun eksplorasi dan evaluasi terus dilakukan untuk menghasilkan penampilan terbaik. Terlebih support tidak hanya datang dari keluarga namun juga sekolah. Kesempatan untuk menampilkan yang terbaik, tantangan dan pengalaman kejuaraan juga akan mereka hadapi pada 23 Agustus besok saat mengikuti Kejurnas Dansa X 2014 di Bandung. “Kita berdua mengalir saja, karena dalam dansa juga tidak selamanya mendapat pasangan yang sama, bisa berganti juga. Tapi yang jelas kita selalu berupaya tampil lebih baik,” ujar Amel yang memiliki impian bisa ikut kejuaraan dansa tertinggi seperti Blackpool di Inggris. (dya/ila)