JOGJA – Rusaknya Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah berimbas pada arus kendaraan barang jalur selatan. Sebagai antisipasinya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ ikut mengawasi angkutan barang yang melintas di wilayah Jogja.Selain itu, Ditlantas telah menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) di sejumlah titik. Ini bertujuan untuk mencegah atau menghindari kemacetan lalin dan kerusakan jembatan atau jalan. Sejumlah persimpangan yang mendapatkan perhatian serius dan dilakukan rekayasa ialah persimpangan Babarsari, Ring Road Barat Gamping, dan lain sebagainya. Untuk menghindari kerusakan jembatan layang Janti, Ditlantas memberlakukan rekayasa dengan memasang pembatas di persimpangan Babarsari.
Dengan demikian, kendaraan dari arah Barat kini tidak lagi berhenti di persimpangan Babarsari. “Kendaraan dari arah barat langsung melaju ke timur tanpa menununggu lampu merah. Rekayasa ini dilakukan untuk menghindari kerusakan jembatan layang Janti karena banyaknya beban kendaraan angkutan barang yang berhenti di atas jembatan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda DIJ Kombes Pol Nasri Wiharto kemarin.Selain persimpangan Babarsari, Ditlantas tengah menyusun rekayasa jalan di persimpangan Ring Road Gamping, depan Kantor PMI DIJ. Sebab, di persimpangan itu terdapat jembatan yang usianya sudah puluhan tahun. Nasri khawatir apabila tidak ada rekasa jalan jembatan akan rusak karena tidak kuat menahan beban berat kendaraan yang berhenti di atas jembatan tersebut. “Dalam waktu dekat, kami akan memutuskan rekayasa di persimpangan depan Kantor PMI,” tambah Nasri.
Di bagian lain, Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja Windarto mengatakan, setelah beberapa kali melakukan uji petik penerapan jalur satu arah di Jalan C Simanjuntak pada Juli, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja siap untuk menerapkan hal tersebut secara permanen. Sebelum menerapkan hal tersebut, pihaknya akan mengadakan sosialisasi tatap muka untuk mematangkan rencana tersebut kepada masyarakat setempat. “Uji coba sangat membantu dan mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat,” kata Windarto.Dari penerapan uji petik, Jalan C Simanjuntak yang dibuat satu arah dari arah utara ke selatan berhasil membuat laju kendaraan yang biasanya terhambat menjadi lancar. Sebab, ruang jalan yang ada semakin lebar mampu menampung kendaraan yang melintas. “Kecepatan kendaraan semakin meningkat karena ruang jalan semakin lebar,” terang Windarto. (mar/din)