YAHYAC Staquf, mantan Juru Bicara Presiden Abdurahman Wahid memang menjadi tamu istimewa malam itu. Pagi harinya, dia juga menjadi pembicara dalam halalbihalal di Kampus Fisipol UGM. Halalbihalal sivitas akademika Fisipol UGM ini berlangsung di kampus setempat. Yahya pernah kuliah di kampus ini. Nah, di malam tirakatan itu, Staquf yang kini menjadi pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibien, Rembang itu menyampaikan materi seputar pentingnya persatuan dalam mengisi kemerdekaan.
Menurutnya, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki karakter toleran yang sangat tinggi. Selain itu juga memiliki karakter sebagai bangsa yang mudah memaafkan antarsesama. “Semua ini merupakan modal besar guna membangun masyarakat toleran yang hidup dalam keragaman,” jelasnya.Sejarah juga menyebutkan, bangsa ini memiliki akhlak dan karakter kuat sebagai bangsa yang bisa hidup berdampingan dengan beragam latar belakang suku, agama dan golongan.Oleh karena itu, konflik atau perbedaan pilihan dalam pilpres 2014 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, tidak akan membuat bangsa ini menjadi bangsa yang terbelah. Masyarakat sudah dengan cepat melupakan perbedaan pandangan dan perbedaan pilihan.
Pembaca Dekrit Presiden semasa pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini bahkan menyebut konflik besar seperti Perang Bubat antara Pajajaran dan Majapahit, atau peristiwa G 30 S yang berdarah-darah saja, bangsa ini dengan mudah melupakannya. “Maka kalau urusan seperti pilpres lalu, hanya masalah kecil,” tegas Staquf.Setelah itu, dia juga yakin masyarakat akan kembali bekerja yang terbaik untuk masyarakat dan bangsa ini.
Sebelum acara sarasehan, dilakukan peresmian Taman Green and Clean oleh Kepala Desa Sidoarum Ganefo Sugihartono. Taman bertuliskan Gumuk Indah di pintu masuk perumahan ini menjadi ikon RW 26 Gumuk Indah yang pernah menjadi juara pertama lomba Green and Clean Provinsi DIJ.Arief Tugiman, selaku ketua RW 26 Perumahan Gumuk Indah, Sidoarum mengatakan, sarasehan di malam tirakatan merupakan kegiatan rutin RW 26 Perumahan Gumuk Indah. Sejumlah narasumber telah menjadi pembicara sebelumnya, seperti Dwikorita Karnawati (Wakil Rektor UGM), dan Eko Sugiharto (Ketua Walhi DIJ).(*/din)