INDONESIA saat ini telah memasuki ke-69 tahun. Berbagai perjuangan telah dilalui bangsa yang besar ini. Namun menurut Mbah Somo yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah persoalan keadilan.Bukan tanpa alasan Mbah Somo berpendapat demikian. Ia yang pernah terlibat perang di Ambarawa sampai setua ini tidak mendapatkan penghargaan bintang jasa. Memang, ia menyadari sejak awal secara administrasi ia tidak mengurus karena persoalan biaya. “Sekarang mau ngurus buat apa. Sudah capek. Saya cukup bangga menjadi bagian dari sejarah bangsa ini,” ujarnya.
Kakek kelahiran tahun 1925 itu menambahkan, perjuangannya saat itu hanya menjadi sebuah cerita bernilai tinggi kepada anak cucunya. Di rumahnya yang cukup sederhana, Mbah Somo yang ditemani menantunya, Mudasir, seringkali memberikan nilai dan arti sebuah perjuangan. “Saya dulu pernah mengurus agar bisa dapat bintang jasa. Saat itu tahun 1980. Tapi banyak teman saya yang kena tipu,” ungkapnya.Mbah Somo berharap, di HUT RI ke-69 ini Indonesia betul-betul menjadi negara yang besar. Besar akan kekayaannya, kemakmurannya, keadilannya dan kesejahteraan rakyatnya. Ia ingin melihat Indonesia memiliki pemimpin yang berjiwa besar dan mampu membangkitkan semangat rakyatnya demi memajukan bangsa dan negara. “Harapan saya Indonesia menjadi bangsa yang benar-benar besar,” katanya. (fid/ila)