AKSI kepedulian terhadap lingkungan terus diserukan oleh masyarakat, tak terkecuali oleh para generasi muda. Lingkungan yang asri dan terjaga membuat kualitas kehidupan menjadi lebih baik, juga bisa menghindarkan dari bencana alam.Menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman. Tak terkecuali dengan berkebun. Terlebih berkebun bisa dilakukan dimana saja, termasuk di lahan yang sempit. Itu pula yang mendasari anak-anak muda yang gemar berkebun untuk bersatu dan aktif mengajak masyarakat untuk ikut berkebun.
Pelopor Jogja Berkebun Savrina Tanjung mengatakan perjalanan komunitas Jogja Berkebun berawal dari ketertarikan teman-teman terhadap kegiatan berkebun. Sampai pada akhirnya, keinginan itu disambut baik oleh pegiat Indonesia Berkebun. Akhirnya ia bersama teman-temannya kini disibukkan dengan kegiatan tersebut. “Perjuangan cukup menantang. Sampai pada akhirnya, keinginan kita direspon baik oleh pegiat Indonesia Berkebun,” kata Savrina kepada Radar Jogja kemarin (16/8).Lebih jauh Savrina menambahkan kegiatan Jogja Berkebun berkampanye mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungan. Mereka diajak berkebun dengan memanfaatkan lahan tidur. Melalui aksi ini, maka area perkotaan bisa dimanfaatkan sebagai lahan berkebun.
Menurutnya melalui kegiatan ini masyarakat bisa memanfaatkan area atau lahan tidur yang ada di Jogja. Sehingga dengan cara itu masyarakat menunjukkan kepedulian tentang lingkungan hidup. “Jika ada lahan yang tidak dimanfaatkan kan sayang. Makanya dimanfaatkan untuk tanaman dengan berbagai macam jenis,” ungkapnya.Kegiatan komunitas Jogja Berkebun salah satunya melakukan pertemuan dengan anggota. Biasanya pertemuan itu dilakukan setiap hari Kamis di awal bulan dan akhir bulan. Selain itu, komunitas ini juga rutin melakukan kegiatan berkebun setiap pagi.
Menurut salah satu pegiat lainnya Mutya Krisna Dewi menuturkan sejak diresmikan Jogja Berkebun memiliki progress yang baik. Salah satunya dengan terbentuknya lahan sendiri di belakang Pura Pakualaman Jogja. Tahun ini, lahan tersebut tengah digarap dengan serius agar menjadi kampanye peduli lingkungan. “Mulanya itu lahan kosong berisi bak sampah. Kita manfaatkan, dikelola dengan baik,” katanya.Adapun tanaman yang biasa digunakan oleh komunitas Jogja Berkebun antara lain, anggrek, sawi, gingseng, cabai, singkong dan kangkung. Sedangkan untuk merawat kebun, mereka menyusun jadwal piket anggota untuk merawat lahan tersebut setiap hari. (fid/ila)