AMBARAWA merupakan tempat yang tak pernah dilupakan oleh Mbah Somo. Meskipun hanya berstatus sebagai pembantu perang, namun kisah itu menjadi kenangan bernilai tinggi untuknya.Ya, Ambarawa merupakan tempat terjadinya perlawanan rakyat terhadap sekutu atau dikenal dengan peristiwa Palagan Ambarawa. Peristiwa itu terjadi pada 20 Oktober 1945. Dimana saat itu tentara sekutu mendarat di Semarang dengan tujuan mengurus tawanan perang dan tentara Jepang yang ada di Jawa Tengah. Saat itu sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan RI.
“Yang terjadi justru tidak demikian. Sekutu ternyata mempersenjatai tawanan. Itulah yang memicu kemarahan,” kata Mbah Somo.Kejadian yang paling diingat oleh kakek dari delapan cucu ini saat ia bersama dengan pejuang lainnya diserang menggunakan pesawat cocor merah. Bahkan saat itu rakyat pejuang hanya melawan dengan persenjataan seadanya. Pesawat tersebut sampai dikejar ke daerah Ngriyak. “Saat di Ambarawa itu, kami diserang oleh pesawat cocor merah,” tandasnya.
Adapun untuk memperingati kemenangan pertempuran itu, saat ini diabadikan dengan didirikannya Monumen Palagan Ambarawa sekaligus diperingati sebagai Hari Jadi TNI Angkatan Darat atau Hari Juang Kartika. Kini setelah peristiwa itu, Mbah Somo hanya bisa mengenang betapa hebat perjuangan rakyat Indonesia kala itu melawan penjajahan. Tidak mengenal lelah dan memiliki semangat juang yang tinggi. Mbah Somo pun kadang teringat dengan kawan seperjuangannya. (fid/ila)