SEBELUM komunitas ini berdiri, teman-teman yang memiliki kepedulian lingkungan sering mengadakan acara dengan komunitas-komunitas lain yang ada di Jogja. Kegiatan itu misalnya melakukan edukasi kepada siswa-siswa mengenai asyiknya berkebun dan kepedulian lingkungan.Ketika komunitas Jogja Berkebun telah terbentuk, anggotanya mulai memberikan pemahaman jika kegiatan berkebun tidak lepas dari keahlian khusus. Sehingga dengan demikian, dalam komunitas mereka kerap melakukan sharing tentang bagaimana berkebun dengan baik dan benar. “Tidak semua anggota juga sudah ahli dalam berkebun. Melalui pertemuan, kita bisa saling sharing bagaimana berkebun dengan cara yang baik dan benar,” Pelopor Jogja Berkebun Savrina Tanjung.
Bagi Savrina komunitas berkebun yang telah dibentuk awalnya sering mengalami kesulitan atau gagal panen. Namun kondisi itu tidak mengurangi semangat anggota untuk melakukan kegiatan berkebun. Berbagai strategi dilakukan agar hasil yang diambil dari berkebun bisa maksimal. Seiring berjalannya waktu, anggota yang tergabung dalam komunitas itu mulai menunjukkan keahliannya. Sehingga hasilnya sudah semakin membaik. “Kita sampai bisa panen dengan hasil yang bagus. Kita panen, buat makan bareng teman-teman komunitas,” ungkapnya.Jogja Berkebun sendiri merupakan jejaring dari Indonesia Berkebun. Dimana komunitas ini memiliki kegiatan yang cukup padat. Jogja Berkebun juga pernah tercatat sebagai tiga besar komunitas terbaik di Jogja yang dinobatkan oleh salah satu perusahaan pelayanan jasa telekomunikasi di Indonesia. (fid/ila)