MAGELANG – Ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Magelang mendapat remisi atau pengurangan hukuman. Remisi biasa diberikan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kemerdekaan RI.Di Lapas yang ada di Jalan Sutopo Kota Magelang tersebut, ada 27 narapidana yang dipulangkan usai pelaksanaan upacara bendera.”Mereka mendapatkan remisi bebas, karena rentang waktu hukumannya sudah habis. Kadang ditambah remisi ini, sebagian malah ada yang terlambat keluar,” kata Kepala Lapas II A Magelang I Made Dharmajaya kemarin (17/8).Jumlah wrga binaan yang menerima pengurangan hukuman alias remisi sebanyak 354 orang. Ini terdiri dari remisi umum satu sebanyak 327 dan remisi umum dua, di mana 27 orang langsung bebas.Menurut Made, selain kasus pidana umum, warga binaan kasus korupsi dan terorisme juga diusulkan remisi. Hanya, khusus beberapa warga binaan dua kasus tersebut, hingga kini belum disetujui Kementerian Hukum dan HAM RI. “Ketiga narapidana terorisme pindahan dari Cipinang, remisinya belum turun. Untuk yang korupsi ada satu orang, kasasinya juga belum turun,” ungkapnya.
Made menjelaskan, remisi umum berupa pengurangan hukuman juga berbeda-beda. Mulai dari sebulan sampai tiga bulan pengurangan hukuman. Syarat untuk mendapatkan remisi, narapidana berkelakuan baik selama dalam masa penahanan. “Tergantung dari mereka sendiri. Minimal sudah enam bulan menjalani hukuman atau sepertiga hukuman,” imbuhnya.Made menyebut, dalam kurun waktu setahun, warga binaan yang dinilai memenuhi kriteria berhak mendapatkan dua kali remisi. Pada saat hari raya keagamaan dan satu lagi, bersamaan peringatan kemerdekaan RI. “Misal, seseorang dihukum 4 tahun. Bisa jadi hukumannya hanya 3 tahun. Asalkan, dia berkelakuan baik, sehingga memperoleh dua remisi setiap tahunnya,” jelasnya.
Made juga memaparkan, saat ini Lapas II A Magelang dihuni 450 warga binaan. Jumlah tersebut dinilai belum ideal, dibandingkan luas area lapas setempat. “Sekarang ada 450 tahanan. Idealnya 250-an orang agar tempatnya bisa dijadikan istirahat dan agak lebar. Tapi enggak apa-apa, asal enggak sampai 500 orang,” imbuhnya.Sementara itu, Sumarto, 59, warga binaan yang mendapat remisi bebas bersamaan dengan peringatan HUT ke-69 RI sempat terkejut. Setahu ia, baru akan dibebaskan satu atau dua bulan ke depan. “Ternyata sudah bebas sekarang. Keluarga di rumah belum pada tahu. Akan saya beri kejutan,” ungkapnya gembira.Setelah bebas, terpidana kasus uang palsu tersebut berencana menjadi petani. Semenjak ia dipenjara, banyak sawah-sawah yang ada di kampung halamannya terbengkalai. “Jadi petani saja, ngurus sawah yang selama ini dibiarkan. Sudah kapok, enggak mau lagi dekat uang palsu,” ucap pria asal Kebumen, Jawa Tengah ini.(dem/hes)