WATES – Sebanyak 18 warga binaan lembaga pemasyarakatan (LP) Kelas II-B Wates Kulonprpgo mendapat remisi HUT Kemerdekaan RI. Penyerahan remisi dilakukan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo (17/8). “Pemberian remisi bukan merupakan kemudahan yang diberikan untuk warga binaan sehingga bisa cepat bebas. Remisi hanya sarana meningkatkan kualitas sehingga dapat mendorong warga binaan kembali memilih jalan kebenaran ketika kembali di masyarakat,” kata Hasto.Bupati membacakan sabutan Menkumham RI Amir Syamsudin. Remisi merupakan instrumen pendorong narapidana berperilaku baik selama menjalani pidana. Remisi hanya diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik.Mereka yang melakukan pelanggaran peraturan tata tertib di LP atau rutan tidak akan mendapatkan remisi. Manfaat lanjutan dari pemberian remisi adalah dapat mengurangi tingkat hunian lapas/rutan yang semakin tinggi. “Remisi akan mempercepat seseorang narapidana keluar dari lapas/rutan, sehingga populasi lapas/rutan akan semakin cepat berkurang,” kata Hasto.
Kepala Rutan Wates Syamsir Alam mengatakan warga LP Wates berjumlah 54 orang. Rinciannya, 34 narapidana dan 20 sisanya berstatus tahanan. Sedangkan remisi yang diberikan berkisar antara satu bulan hingga tiga bulan.Mereka yang mendapat remisi pada hari kemerdekaan adalah warga yang tersangkut kasus pencurian, penipuan, lakalantas, dan perlindungan anak.Warga binaan di LP Wates semuanya laki-laki usia dewasa. Sebagian tersandung kasus perlindungan anak sebanyak 15 orang, kasus pencurian (12 orang), penipuan (enam orang), narkoba (lima orang).Selebihnya terjerat kasus pembunuhan (tiga orang), lakalantas (tiga orang), penggelapan (dua orang), penganiayaan (dua orang), judi (dua orang), uang palsu, perampokan, pencurian, dan penculikan masing-masing satu orang.
Adapun remisi yang diberikan ada dua kali, yakni remisi khusus dan remisi umum. Remisi umum yang diberikan saat memperingati HUT RI sifatnya tidak memandang agama dan perkara. Sedangkan remisi khusus diberikan di hari keagamaan.Tingkat hunian di LP Wates sudah overload. Sehingga tujuan remisi untuk mempercepat pengembalian warga binaan dengan memenuhi beberapa persyaratan dinilai sangat membantu. “Kapasitas ruang di rutan ini 55 ruang, biasanya terisi lebih dari 55, lebih sering over kapasitas, bahkan mencapai biasanya 60-an warga,” katanya. (tom/iwa)