DLINGO – Sebanyak 10 pedukuhan di Kelurahan Dlingo adu kreativitas dalam kirab budaya kemarin (17/8). Tak hanya itu, hampir seluruh RT juga menampilkan beragam potensi kesenian khas dalam gelaran tahunan ini. Kirab budaya mengambil start di Lapangan Kelurahan Dlingo. Kemudian peserta kirab yang menampilkan beragam potensi wilayahnya berkeliling melalui jalan-jalan protokol kelurahan setempat, dan kembali finish di lapangan kelurahan. Selain potensi kesenian, ada pula sebagian pedukuhan yang menampilkan kreativitas yang mengandung pesan moral. Kirab budaya ini menandai pembukaan Merti Desa Budaya Kelurahan Dlingo.
Ketua Panitia Merti Desa Budaya Edi Susanto menyebutkan, sebanyak 47 RT di setiap pedukuhan mengirimkan delegasi untuk mengikuti kirab budaya ini. Ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa Kelurahan Dlingo memang kaya akan potensi kesenian.”Dan lagi Kelurahan Dlingo memang telah mendapatkan predikat sebagai desa budaya dari Dinas Kebudayaan provinsi,” terang Edi di sela-sela kirab.Merti Desa Budaya digelar selama seminggu. Selain kirab budaya, beragam agenda turut mengisi acara dengan tema Memetri Budoyo Dlingo Giriloji ini. Di antaranya lomba tumpeng, pameran UKM, parade band, dan festival kesenian.
Khusus festival kesenian, kata Edi, akan digelar mulai tanggal 11 hingga 23 Agustus. Ini diikuti 10 pedukuhan. “Setiap malam akan ditampilkan dua kesenian,” urainya.Karena pembukaan bertepatan dengan 17 Agustus, acara ini juga bertujuan untuk memeringati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-69. “Ada sejumlah pelaku UKM yang mengikuti pameran. Kita sediakan stand gratis,” ungkapnya.Lurah Dlingo Bahrun Wardoyo mengatakan, Merti Desa Budaya juga bertujuan untuk melestarikan berbagai kesenian dan kebudayaan asli Dlingo. Ini agar warisan para leluhur tersebut tak hilang ditelan waktu. (zam)