JOGJA – Belum selesai masalah tidak jelasnya stadion yang digunakan menjamu PSS Sleman, PSIM Jogja lagi-lagi diterpa masalah klasik. Akibat tidak jelasnya gaji, para penggawa Laskar Mataram mengancam mogok main saat PSIM menjamu PSS Selasa (19/8) besok.Hal ini disampaikan langsung oleh para pemain seusai latihan di Lapangan Futsal Wisma Soeratin Sosrosoegondo kemarin (17/8). Mewakili para pemain kapten Topas Pamungkas mengatakan, hingga saat ini belum ada kejelasan soal pembayaran hak-hak mereka seperti uang sepatu serta gaji Juli dan Agustus.
Yang mereka sesalkan, sampai saat ini Ketua Umum (Ketum) PSIM Jogja Haryadi Suyuti (HS) belum memberikan reaksi apap pun. Kata Topas, inilah yang membuat para pemain resah dan bersepakat mogok pada laga menghadapi PSS. “Intinya gerakan ini kami tujukan untuk Pak HS juga yang sejauh ini belum ada gerakan apa-apa untuk membayarkan hak-hak kami. Kami semua sudah jengah di sini, sebab gaji dan uang sepatu untuk kami tidak jelas juga,” tegas Topas.Gelandang senior Laskar Mataram Eko Budi Santoso mengakui jika aksi mogok ini dapat merugikan PSIM. Selain malu karena lawan yang akan dihadapi adalah PSS, PSIM dipastikan terkena pemotongan poin.
Malah dengan tegas, aksi mogok ini tidak hanya dilakukan saat pertandingan lawan PSS. Jika lawan PSS sudah WO, pemain PSIM juga tidak meladeni perlawanan Persinga Ngawi. Laga menghadapi Persinga dijadwalkan akan digelar Sabtu (23/8). Pertandingan tersebut merupakan yang terakhir untuk PSIM di babak penyisihan Divisi Utama 2014. “Saya tahu aksi ini bakal merugikan PSIM apalagi kami masih berpeluang ke babak 16 besar,” sergah pria asal Batang ini.Mogok dalam dua pertandingan jelas berpotensi membuat PSIM dikenai sanksi pemotongan enam poin dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Bila ini terjadi perolehan poin PSIM berkurang dari 14 ke delapan.
Capaian delapan poin tentu sama dengan yang diperoleh juru kunci sementara Grup 5 PSBK Blitar. Dengan begitu PSIM benar-benar terancam berlaga di Liga Nusantara musim depan. “Namun saya bisa memaklumi apa yang ingin dilakukan pemain karena mereka sudah tidak bisa menahan galau yang berkecamuk di hati,” sergah mantan gelandang nasional tersebut.Menanggapi hal ini, Direktur Keuangan PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Iriantoko Cahyo Dumadi menyatakan, tidak dapat memberikan keputusan sendiri. Katanya dalam waktu cepat dirinya bakal menghubungi manajemen lainnya.Ketua Umum (Ketum) KONI Kota Jogja tersebut menyatakan, pihaknya akan berusaha sekuat tenaga memenuhi tuntutan pemain. Ya, sebab manajemen PSIM jelas tidak ingin Laskar Mataram di Liga Nusantara musim depan. (nes/din)