JOGJA – Partisipasi mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung dalam Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfir (Kombat) tak sia-sia. Unikom berhasil menyabet juara umum dalam ajang kompetisi yang diikuti 90 tim asal perguruan tinggi se-Indonesia tersebut.Unikom meraih enam penghargaan sekaligus, baik kategori muatan roket, roket EDF, maupun muatan balon atmosfir. Yakni, juara ketiga kategori muatan roket, desain terbaik untuk kategori muatan roket, juara pertama kategori roket EDF, juara kedua kategori roket EDF, desain terbaik kategori roket EDF, dan juara ketiga kategori muatan balon atmosfir untuk Kombat.
“Delegasi Unikom mendapat uang Rp 26,5 juta,” kata Ketua Dewan Juri Dr Endra Pitowarno dalam acara pengumuman pemenang sekaligus penutupan acara di UMY (16/8). Pada kompetisi Kombat, ada delapan tim yang muatan balon atmosfirnya melebihi ketinggian 10 km. Kedelapan tim tersebut mampu menerbangkan balon hingga ketinggian maksimum 23 sampai 29 kilometer dan secara horizontal radius maksimumnya mencapai 60 km.”Mereka adalah tim dari Universitas Telkom, UMY, UGM, ITS, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, UNIKOM, dan ITB,” kata Endra.
Kategori Kombat, tim Jayapala Ganesha (ITB) meraih juara pertama, Nakapal Ganesha (ITB) juara kedua, Ersax (Unikom) pemenang ketiga. Selain itu ada pula juara harapan yaitu Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, juara desain terbaik yakni ITS, dan UGM meraih juara pemilik ide terbaik. Tim yang mendapatkan juara mendapatkan penghargaan berupa tropi, sertifikat, dan uang tunai.”Juara pertama mendapatkan uang Rp 5 juta, Juara kedua Rp 3,5 juta, juara ketiga Rp 2,5 juta serta juara harapan, juara desain terbaik, dan juara ide terbaik mendapatkan Rp 1 juta,” kata Endra.Pemenang Komurindo dan Kombat kategori muatan roket: juara pertama diraih Graksa Ganesha (ITB), juara II Gatotkaca (UGM), juara III diraih Vaza (Unikom), juara harapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, desain terbaik diraih Vaza (Unikom).
Sedangkan untuk kategori Roket EDF, Dirk RKV-2 dari Unikom yang meraih juara pertama, Bullet Force-2 dari Unikom sebagai juara kedua, Jatayu asal Politeknik Negeri Jember sebagai juara ketiga, Garuda Ganesha (ITB) sebagai juara harapan, Bullet Force-2 (Unikom) sebagai karya desain terbaik, dan ide terbaik diraih oleh Jatayu (Poltek Negeri Jember). “Masing-masing pemenang mendapatkan tropi dan sertifikat serta uang tunai. Juara pertama mendapatkan Rp 10 juta, juara kedua Rp 6 juta, juara ketiga Rp 4 juta rupiah dan Rp 2 juta rupiah untuk juara harapan, desain terbaik, dan ide terbaik,” jelas Endra.
Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfir Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Halimurachman mengatakan kemenangan yang diraih peserta bukan tujuan akhir. “Teruslah berkarya dan berkreasi untuk Indonesia,” kata Halimurachman.Komurindo dan Kombat 2014 menjadi momentum penting Indonesia. Sebab, generasi muda yang diwakili mahasiswa bisa memberikan hadiah kemerdekaan berupa karya dan kreasi roket serta muatannya bagi Indonesia. “Ini merupakan hadiah bagi kemerdekaan Indonesia khususnya bagi komunitas pecinta kedirgantaraan di Indonesia,” terangnya. (mar/iwa)